in

DMI Garut Bawa Isu Sensitif ke Kejari: Masjid Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Anak

Garutexpo.com — Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Kabupaten Garut membawa isu perlindungan anak dalam audiensi dengan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Senin, 14 September 2026.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi kepengurusan baru PD-DMI Garut dengan jajaran Kejari, tetapi juga membahas gagasan strategis untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan dan edukasi masyarakat.

Rombongan PD-DMI Kabupaten Garut dipimpin langsung Ketua PD-DMI Garut, Drs. Rd. H. Aas Kosasih, M.Si., didampingi Sekretaris, Bendahara, serta Wakil Ketua I.

Kedatangan rombongan disambut jajaran Kejari Garut, di antaranya Kepala Bagian Intelijen H. Muis serta Kepala Kejaksaan Negeri Garut Ibu Ayu Agung.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah perlindungan anak, khususnya upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Masjid Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Anak

PD-DMI Garut memandang masjid memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan masjid yang tersebar hingga lingkungan permukiman dinilai dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat.

Karena itu, masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan akhlak, pendidikan masyarakat, penguatan ketahanan keluarga, sekaligus tempat menyampaikan edukasi mengenai berbagai persoalan sosial.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

Upaya pencegahan juga dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi persoalan, tetapi memahami sejak awal bagaimana mengenali risiko dan membangun perlindungan terhadap anak di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

DMI-Kejari Gagas Kerja Sama

Dalam audiensi tersebut juga muncul gagasan untuk membangun kerja sama berkelanjutan melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Kejari Garut dan PD-DMI Kabupaten Garut.

Kerja sama tersebut diarahkan pada bidang pembinaan mental dan edukasi masyarakat melalui jalur kemasjidan.

Jika terealisasi, sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan sosial di lingkungan masjid.

PD-DMI Kabupaten Garut menyambut positif gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk membangun komunikasi serta kolaborasi dengan Kejari Garut.

Bagi DMI, jaringan masjid merupakan kekuatan sosial yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Terlebih, persoalan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan hingga institusi penegak hukum.

Pencegahan Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Sinergi antara DMI dan Kejari Garut diharapkan tidak hanya berorientasi pada persoalan hukum, tetapi juga mengedepankan aspek edukasi dan pencegahan.

Masjid dapat menjadi salah satu titik penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Dengan menggabungkan pembinaan keagamaan, pendidikan masyarakat, penguatan keluarga dan kesadaran hukum, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak di Kabupaten Garut.

PD-DMI Kabupaten Garut pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dengan pemerintah dan lembaga penegak hukum.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemasjidan yang aktif, masyarakat yang berakhlak, generasi muda yang terlindungi, serta Kabupaten Garut yang aman dan bermartabat.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

BGN Klaim MBG Tak Bermasalah, FPPG Tantang Balik: Jangan Cuma Bilang Aman, Buka Data SPPG!

Setahun Berjuang Melawan Stroke, Adi Rahmat Hidup dalam Keterbatasan, Kepedulian Dinsos Garut Hadirkan Harapan