Garutexpo.com — Kontestasi menuju Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Garut periode 2026–2031 mulai menjadi perhatian di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Masa kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut periode 2021–2026, Hj. Euis Ida Farida, segera berakhir. Situasi itu sekaligus membuka ruang pertarungan baru bagi para kader yang ingin mengambil alih kendali partai di Kabupaten Garut untuk lima tahun ke depan.
Sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, Musda merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan secara berkala setiap lima tahun.
Menariknya, dinamika Musda Golkar Garut tahun ini mulai menghadirkan sejumlah nama yang berpotensi masuk dalam bursa calon ketua.
Ketua Pelaksana Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Deden Sopian, S.HI, menyebut hingga saat ini baru terdapat dua kandidat yang telah terdaftar, yakni Aris Munandar dan Abdusyi Syakur Amin.
“ Saat ini baru dua kandidat. Aris Munandar dan Abdusyi Syakur Amin. Untuk kandidat lain belum ada, karena DPD Golkar Kabupaten Garut belum membuka lagi pendaftaran,” ujar Deden.
Pernyataan tersebut sekaligus menyisakan tanda tanya mengenai sejumlah nama yang sebelumnya disebut-sebut berpotensi ikut meramaikan kontestasi.
Salah satunya adalah Euis Ida Farida. Pada Musda 2021 lalu, Euis Ida berhasil memenangkan pertarungan dan terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Garut setelah memperoleh dukungan mayoritas, yakni 41 suara. Ia mengungguli Iman Alirahman yang ketika itu hanya memperoleh satu suara.
Setelah memenangkan Musda, perjalanan politik Euis Ida terus berlanjut. Ia berhasil menduduki kursi DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Garut.
Sementara itu, Iman Alirahman juga tetap eksis dalam panggung politik Kabupaten Garut dan kini duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Garut dari daerah pemilihan 3.
Memasuki Musda 2026, nama Euis Ida kembali mencuat. Beredar kabar bahwa politisi tersebut berpeluang kembali maju untuk mempertahankan kursi Ketua DPD Golkar Kabupaten Garut.
Jika benar kembali maju, pertarungan Musda kali ini tentu akan menjadi momentum penting bagi Euis Ida untuk mempertahankan legitimasi kepemimpinannya sekaligus memastikan keberlanjutan kepemimpinan di tubuh Golkar Garut.
Namun, berbeda dengan Euis Ida yang mulai kembali disebut-sebut dalam bursa kandidat, nama Iman Alirahman hingga kini belum secara resmi menyatakan akan ikut dalam kontestasi.
Deden Sopian sendiri belum memberikan banyak keterangan terkait peta kekuatan maupun jumlah kader yang memiliki hak suara dalam Musda Golkar Garut 2026.
Ia menegaskan, proses pendaftaran kandidat belum kembali dibuka. Sedangkan mengenai jadwal pelaksanaan Musda, pihaknya masih menunggu arahan dari DPD Partai Golkar Jawa Barat.
“Belum membuka pendaftaran. Untuk pelaksanaan Musda, DPD Golkar menunggu DPD Golkar Jabar,” katanya.
Meski demikian, Deden memastikan bahwa Euis Ida masih memiliki peluang untuk kembali mencalonkan diri. Pasalnya, masa kepemimpinan Euis Ida baru berlangsung satu periode.
“Bu Euis baru satu periode,” ungkapnya singkat.
Dengan kondisi tersebut, bursa Musda Golkar Garut 2026 masih sangat terbuka. Dua nama yang telah muncul, Aris Munandar dan Abdusyi Syakur Amin, menjadi kandidat awal yang telah tercatat.
Di sisi lain, potensi kembalinya Euis Ida menjadi salah satu faktor yang dapat mengubah peta persaingan. Sementara Iman Alirahman masih memilih belum menyatakan sikap secara terbuka.
Apakah Euis Ida benar-benar akan “turun gunung” untuk mempertahankan kursi Ketua DPD Golkar Garut? Atau justru akan muncul pertarungan baru dengan komposisi kandidat yang lebih ramai?
Jawabannya masih menunggu dibukanya kembali pendaftaran Musda oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Euis Ida Farida terkait rencana pencalonannya kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.***


