Garutexpo.com — Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Garut didorong untuk kembali menjadi organisasi yang aktif, solid, intelektual, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari visi yang diusung Asep Nurjaman, S.Pd., M.M., CR.BC, yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia organisasi sejak menjadi aktivis mahasiswa hingga terlibat dalam berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Garut.
Asep merupakan pria kelahiran Garut, 6 Juli 1986. Ia menyelesaikan pendidikan S2 di Ikopin University. Saat ini, selain menjalankan aktivitas sebagai wiraswasta, Asep juga dipercaya sebagai Bendahara Dewan Pendidikan Kabupaten Garut.
Pengalaman organisasinya dimulai dari lingkungan kampus. Pada 2006–2008, ia dipercaya menjadi Ketua GMNI Komisariat STKIP Garut, kemudian menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Garut pada 2008.
Pengabdiannya di organisasi kemudian berlanjut di luar kampus. Asep pernah menjabat Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Garut periode 2017–2021 serta Ketua DPP Forum Pemuda Peduli Garut periode 2014–2024.
Berbekal pengalaman tersebut, Asep membawa visi untuk menjadikan DPC PA GMNI Garut sebagai rumah besar alumni yang solid, mandiri, intelektual, progresif dan berintegritas, sekaligus menjadi kekuatan strategis dalam pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan Kabupaten Garut.
Namun, visi tersebut tidak berhenti pada gagasan. Asep menyiapkan 10 misi utama untuk mendorong kebangkitan organisasi.
1. Membangkitkan Kembali Organisasi
Langkah pertama yang menjadi perhatian adalah membangkitkan kembali organisasi agar PA GMNI Garut memiliki aktivitas yang lebih hidup, terarah, dan memberikan manfaat bagi para alumni maupun masyarakat.
2. Menjadikan PA GMNI sebagai Rumah Besar Alumni
PA GMNI diharapkan menjadi ruang bersama bagi seluruh alumni GMNI di Garut. Organisasi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi menjadi wadah untuk membangun komunikasi, gagasan, solidaritas, serta kontribusi nyata.
3. Membangun Database dan Jaringan Alumni
Penguatan organisasi juga diarahkan melalui pendataan alumni dan pembangunan jaringan. Database tersebut dinilai penting sebagai fondasi untuk memperkuat komunikasi serta membuka peluang kolaborasi antaralumni.
4. Memperkuat Konsolidasi Organisasi
Asep juga menempatkan konsolidasi sebagai bagian penting dalam agenda organisasi. Konsolidasi diperlukan untuk menyatukan langkah dan memperkuat struktur PA GMNI Garut.
5. Membangun Organisasi yang Profesional dan Transparan
PA GMNI Garut ditargetkan memiliki tata kelola organisasi yang profesional dan transparan. Dengan demikian, organisasi dapat berjalan secara lebih tertib, terbuka, dan memiliki arah kerja yang jelas.
6. Membentuk Pusat Kajian dan Gagasan
Tidak sekadar menjadi organisasi alumni, PA GMNI Garut juga diarahkan memiliki pusat kajian dan gagasan. Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat untuk mengembangkan pemikiran sekaligus melahirkan gagasan yang relevan dengan persoalan masyarakat dan pembangunan daerah.
7. Menjadi Mitra Kritis dan Strategis Pemerintah
Asep ingin PA GMNI Garut mengambil posisi sebagai mitra kritis sekaligus strategis pemerintah. Peran tersebut diwujudkan melalui masukan, kritik konstruktif, serta gagasan yang dapat mendorong kebijakan agar semakin berpihak pada kepentingan masyarakat.
8. Menghidupkan Kembali Pengabdian kepada Rakyat
Semangat pengabdian kepada rakyat menjadi salah satu ruh utama yang ingin kembali diperkuat. PA GMNI Garut diharapkan tidak hanya aktif dalam ruang organisasi, tetapi juga hadir dan bekerja bersama masyarakat.
9. Membangun Kemandirian Ekonomi Organisasi
Kemandirian ekonomi juga menjadi bagian dari 10 misi tersebut. Penguatan sektor ekonomi organisasi dinilai penting agar PA GMNI dapat memiliki kemampuan untuk menjalankan berbagai program secara berkelanjutan.
10. Menyiapkan Regenerasi Kepemimpinan
Misi terakhir adalah menyiapkan regenerasi kepemimpinan. Regenerasi dipandang penting untuk memastikan keberlangsungan organisasi sekaligus melahirkan generasi baru yang mampu meneruskan perjuangan dan pengabdian.
Dengan 10 misi tersebut, Asep Nurjaman menawarkan arah baru bagi PA GMNI Garut. Organisasi alumni diharapkan tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi, tetapi berkembang menjadi kekuatan intelektual dan sosial yang mampu memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat.
Pengalaman Asep sejak menjadi aktivis mahasiswa hingga terlibat dalam berbagai organisasi masyarakat menjadi salah satu bekal dalam membawa gagasan tersebut.
Kini, tantangannya adalah bagaimana 10 misi tersebut dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret, terukur, dan dirasakan manfaatnya oleh alumni maupun masyarakat Garut.
PA GMNI Garut diharapkan bukan sekadar rumah tempat para alumni berkumpul, tetapi menjadi rumah besar untuk menyatukan gagasan, memperkuat pengabdian, serta ikut mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Garut.(*)

