Garutexpo.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMPN 1 Garut. Tak hanya di bidang akademik, sejumlah peserta didik sekolah tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang nonakademik, mulai dari seni tari tradisional hingga berbagai cabang olahraga.
Sedikitnya delapan siswa SMPN 1 Garut berhasil mengukir prestasi dalam berbagai kompetisi. Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi siswa, keluarga, sekolah, sekaligus turut membawa nama Kabupaten Garut dalam ajang perlombaan.
Menariknya, sejumlah siswa berhasil meraih juara pertama, sementara lainnya menempati posisi juara dalam kompetisi tingkat daerah hingga kejuaraan yang digelar di Bandung.
Delapan Siswa Berprestasi SMPN 1 Garut
Berikut deretan siswa SMPN 1 Garut yang berhasil mengharumkan nama sekolah:
1. Shiren Marahaini Fauzan – Juara 1 Rampak Jaipong
Shiren Marahaini Fauzan, siswa kelas 9C, berhasil meraih Juara 1 Rampak Jaipong di Banjrasari.
Shiren merupakan putri dari Jajat Mustikajati dan Enur Narhasanah.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa seni tradisional, khususnya Jaipong, masih menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus ikut melestarikan budaya Sunda.
2. Syaira Nafilla Anindita – Juara 1 Rampak Jaipong
Prestasi serupa diraih Syaira Nafilla Anindita, siswa kelas 8C.
Syaira berhasil meraih Juara 1 Rampak Jaipong di Banjarsari. Ia merupakan putri dari Jajang Caca Sumarya dan Yani Mulyani.

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat catatan prestasi SMPN 1 Garut di bidang seni tari.
3. Clara Azilia Monica – Juara 2 Tari Jaipong
Siswa kelas 7F, Clara Azilia Monica, berhasil meraih Juara 2 lomba tari Jaipong di Banjarsari

Clara merupakan putri dari Umar Dani dan Herlin Wigantini.
Selain aktif mengembangkan bakatnya di bidang seni tari, Clara juga tengah mempersiapkan diri mengikuti ajang Road to Miss Tourism Pre Teen Jawa Barat 2026. Keikutsertaannya dalam ajang tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan bagi Clara untuk mengembangkan potensi, kepercayaan diri, serta memperkenalkan seni dan budaya Jawa Barat melalui talenta yang dimilikinya.
Sebagai siswa kelas 7, prestasi tersebut menjadi modal penting untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi lebih tinggi di kompetisi berikutnya.
4. Anindita Dwi Setiawan – Juara 2 Renang
Beralih ke bidang olahraga, Anindita Dwi Setiawan, siswa kelas 7C, berhasil meraih Juara 2 lomba Aquation di Bandung.
Anindita merupakan putra/putri dari Andi Setiawan dan Astri Febrianti.

Prestasi ini memperlihatkan bahwa potensi siswa SMPN 1 Garut tidak hanya berkembang di bidang seni, tetapi juga olahraga yang membutuhkan kedisiplinan, ketahanan fisik, konsistensi latihan dan mental kompetitif.

5. Qalesya Qaisara Noor Zhahira – Juara 1 Beregu dan Juara 2 Perorangan Karate
Dari cabang karate, Qalesya Qaisara Noor Zhahira, siswa kelas 7J, sukses meraih dua prestasi sekaligus dalam kompetisi di Bandung.

Qalesya berhasil menjadi Juara 1 beregu sekaligus Juara 2 perorangan kata pemula putri.
Qalesya merupakan putri dari Rudi Sugrino dan Hilda Widiastuti.
Dua pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan Qalesya baik ketika bertanding secara beregu maupun secara individu.
6. Syaqila Nur Ramadhani – Juara 2 Kumite
Masih dari cabang karate, Syaqila Nur Ramadhani, siswa kelas 7E, berhasil meraih Juara 2 kumite -42 kilogram putri dalam kompetisi pemula putri di Bandung.

Syaqila merupakan putri dari Cecep Saepul Latiffa dan Fitri Nur Apriani.
Prestasi tersebut menunjukkan keberanian, kecepatan, teknik, ketahanan fisik serta kemampuan mengendalikan diri yang dibutuhkan dalam pertandingan kumite.
7. Muhammad Ardhani Uhoirulami – Juara 1 Yosilat National Championship
Dari cabang silat, prestasi membanggakan ditorehkan Muhammad Ardhani Uhoirulami, siswa kelas 8C.

Ardhani berhasil meraih Juara 1 Yosilat National Championship.
Ia merupakan putra dari Solihin dan Yani. Prestasi tersebut menambah deretan capaian siswa SMPN 1 Garut di bidang olahraga bela diri.
8. Aura Callysta Zeolova – Juara 1 Rampak Jaipong
Sementara itu, Aura Callysta Zeolova berhasil meraih Juara 1 Rampak Jaipong di Banjrasari.
Aura merupakan putri dari Adah Saadah.

Keberhasilan Aura semakin melengkapi prestasi SMPN 1 Garut di bidang seni tari dan menunjukkan besarnya potensi siswa dalam melestarikan seni budaya daerah.
Kepala Sekolah: Prestasi Harus Berjalan Bersama Karakter
Kepala SMPN 1 Garut, R. Yusup Satria Gautama, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang telah mengharumkan nama sekolah.
Namun, menurut Yusup, keberhasilan siswa tidak terlepas dari peran orang tua. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan anak mengembangkan bakat hingga mampu meraih prestasi.
“Kami mengucapkan terima kasih terutama kepada orang tua siswa. Karena tanpa dukungan dari orang tua, anak tidak akan berprestasi,” ujar Yusup saat di konfirmasi garutexpo.com di ruang kerjanya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Yusup mengatakan sekolah akan terus memberikan motivasi agar siswa tidak cepat puas dengan prestasi yang telah diraih.
Menurutnya, keberhasilan siswa bukan hanya mengangkat nama pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan sekolah serta Kabupaten Garut.
“Kami terus memotivasi anak-anak yang berprestasi karena bisa mengharumkan nama baik sekolah dan Kabupaten Garut, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional,” katanya.
Jangan Hanya Mengejar Piala
Di balik berbagai prestasi tersebut, Yusup menekankan bahwa siswa tidak boleh hanya mengejar piala dan kemenangan.
Pendidikan karakter, kata dia, harus tetap menjadi bagian utama dalam proses pembinaan siswa. Kemampuan dan prestasi yang tinggi harus berjalan beriringan dengan sikap yang baik.
“Harapan untuk siswa yang berprestasi ini tetap harus bersemangat. Terutama jangan prestasinya saja, tapi kami juga menerapkan pendidikan berkarakter,” ungkapnya.
“Karena buat apa mendapatkan prestasi apabila sikapnya kurang baik,” lanjutnya.
Karena itu, pembinaan di SMPN 1 Garut tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis dalam olahraga maupun seni, tetapi juga menyentuh aspek kedisiplinan, sikap, tanggung jawab dan karakter.
Yusup optimistis para siswa yang selama ini mengikuti pembinaan telah mendapatkan pendidikan karakter yang berjalan beriringan dengan pengembangan bakat.
“Insya Allah saya yakin kepada siswa atau atlet-atlet ini sudah dididik karakternya dan sikapnya menjadi baik. Itu yang kita inginkan,” katanya.
SMPN 1 Garut Dapat Dukungan Rp100 Juta untuk Pengembangan Prestasi
Yusup juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan prestasi siswa.
Ia menyebut SMPN 1 Garut mendapatkan dukungan sebesar Rp100 juta untuk pengembangan prestasi.
Dukungan tersebut akan digunakan sesuai arahan dan ketentuan pemerintah Pusat.
“Jadi prestasi ini sebuah penghargaan buat SMPN 1 Garut dan ini menjadi kebanggaan Kabupaten Garut,” ujarnya.
Ia memastikan penggunaan dukungan tersebut dilaksanakan sesuai aturan dan arahan pemerintah Pusat.
Pembinaan Berkelanjutan, Akademik dan Nonakademik Tetap Seimbang
SMPN 1 Garut memastikan pembinaan prestasi tidak berhenti setelah siswa memenangkan perlombaan.
Sekolah akan terus mendidik dan mendukung para siswa agar mampu meningkatkan prestasinya ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satu wadah utama pembinaan tersebut dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Menurut Yusup, ekstrakurikuler menjadi ruang penting bagi siswa untuk mengasah bakat sekaligus menemukan potensi terbaiknya.
“Alhamdulillah kami ini terus mendidik anak dan mendukung anak supaya berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pembinaan itu di ekskul karena prestasi itu di ekskul,” ujarnya.
Meski sejumlah prestasi yang mencuat saat ini berasal dari seni dan olahraga, Yusup menegaskan SMPN 1 Garut tetap memberikan perhatian terhadap bidang akademik.
Sekolah, kata dia, ingin siswa mampu menunjukkan prestasi terbaik baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
“Kami bukan di bidang nonakademis saja. Kami tetap di bidang akademis juga ingin yang terbaik,” tegasnya.
Delapan prestasi siswa tersebut pada akhirnya bukan sekadar deretan piala. Capaian itu menjadi gambaran bahwa potensi peserta didik SMPN 1 Garut terus berkembang melalui pembinaan yang melibatkan sekolah, orang tua dan lingkungan pendidikan.
Dari panggung Rampak Jaipong, lintasan renang, arena karate, hingga gelanggang silat, para siswa menunjukkan bahwa SMPN 1 Garut memiliki talenta-talenta muda yang patut dibanggakan.
Tantangan selanjutnya adalah menjaga konsistensi prestasi sekaligus memastikan setiap siswa tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya mampu menjadi juara, tetapi juga memiliki karakter, disiplin dan sikap yang baik.
Sebab, piala adalah hasil dari perjuangan, tetapi karakter merupakan bekal untuk masa depan.***

