in

Video Siswi Diduga Dikeroyok Viral, Dua Pelajar MTs di Sukawening Jalani Visum

Foto: AI.

Garutexpo.com — Video dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswi di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, viral di media sosial. Peristiwa yang melibatkan sejumlah pelajar perempuan tersebut kini mendapat penanganan serius dari Polres Garut dan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).

Dalam video berdurasi sekitar 53 detik yang beredar, tampak seorang siswi berjilbab mengenakan seragam putih-biru diduga menjadi sasaran kekerasan oleh beberapa siswi lainnya.

Korban terlihat beberapa kali menerima tamparan dan pukulan dari orang yang berbeda. Ia juga tampak menangis serta mendapat cacian dalam rekaman tersebut.

Belakangan diketahui, peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Mekarhurip, Kecamatan Sukawening, Senin 7 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.

Camat Sukawening, Drs. Dianavia Faisal, A.Kp., M.I.P., membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Alhamdulillah parantos ditangani ku UPT PPA dan Polres Garut,” ujar Dian dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, terdapat dua siswi yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Keduanya merupakan pelajar MTs di wilayah Kecamatan Sukawening.

Saat ini, kedua korban tengah mendapatkan penanganan. Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, termasuk proses visum dan mediasi.

“Hari ini di rumah korban sedang ditangani pihak Polres, sedang pelaksanaan visum dan mediasi kepada dua siswi sebagai pihak korban,” katanya.

Polisi Masih Dalami Dugaan Pelaku

Terkait pihak yang diduga melakukan aksi tersebut, Dianavia menegaskan bahwa proses pendalaman masih dilakukan oleh Polres Garut.

Pemerintah Kecamatan Sukawening bersama unsur Forkopimcam juga telah melakukan pengecekan kepada pihak sekolah untuk memastikan informasi yang beredar.

Hasil pengecekan, kata Dian, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia menekankan bahwa aksi tersebut diduga hanya dilakukan oleh beberapa siswi dan tidak berarti seluruh siswa di sekolah yang bersangkutan terlibat.

“Kami Forkopimcam Sukawening sudah kroscek ke pihak sekolah SMA 14 dan menyatakan benar ada kejadian tersebut dilakukan oleh beberapa siswi, tidak semua yang melakukan perundungan sebagai pelaku di sekolahnya,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian maupun stigma kepada seluruh siswa.

“Selanjutnya kita menunggu hasil dari Polres,” ujarnya.

DPPAAKB Turun Berikan Pendampingan

Penanganan terhadap korban tidak hanya dilakukan oleh kepolisian. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPAAKB) Kabupaten Garut juga telah turun tangan.

Dianavia mengatakan, pihak dinas saat ini melakukan pembinaan terhadap siswa yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Kaleresan sareng ti Dinas DPPAAKB, ayeuna nuju pembinaan ka siswa,” katanya.

Sementara korban akan mendapatkan asesmen sebagai bagian dari proses pendampingan.

“Ti dinas bade sakantenan ngajemput korban untuk asesmen di Garut,” lanjutnya.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan kondisi korban, baik dari sisi perlindungan maupun pemulihan pascakejadian.

Camat Minta Video Kekerasan Tidak Disebar

Camat Sukawening juga mengimbau seluruh pihak, khususnya sekolah dan peserta didik, agar menyikapi viralnya video tersebut secara dewasa.

Ia meminta video yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap pelajar tidak terus disebarluaskan.

Pihak sekolah dan para peserta didik diharapkan ikut meredam penyebaran video tersebut, bahkan menghapusnya apabila masih tersimpan atau beredar di media sosial.

Imbauan ini disampaikan demi menjaga privasi dan kondisi psikologis para pelajar yang terlibat, khususnya korban.

Pemerintah Kecamatan Sukawening kini memilih menunggu hasil pendalaman Polres Garut untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang benar-benar terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kasus ini sekaligus menjadi perhatian serius terhadap persoalan perundungan dan kekerasan di kalangan pelajar, dengan penanganan yang diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kasus, tetapi juga perlindungan dan pemulihan terhadap korban.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Dugaan Potongan 6 Kg Beras Bulog di Desa Suci Bikin Geger, KPM Klaim Bantuan Dipangkas Massal