Garutexpo.com — Kabupaten Garut dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) V Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia Tahun 2026. Momentum nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Garut sekaligus ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan komitmen para penggerak pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Rakornas V yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda koordinasi tahunan, tetapi mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan tantangan pendidikan Indonesia.
Anggota Dewan Pendidikan Garut, Asep Nurjaman, S.Pd., M.M., memandang kepercayaan menjadikan Garut sebagai tuan rumah Rakornas sebagai sebuah momentum penting untuk menunjukkan bahwa daerah memiliki kontribusi besar dalam membangun arah pendidikan nasional.
Rakornas ini bukan hanya tentang pertemuan, tetapi tentang bagaimana kita menyatukan gagasan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan rekomendasi yang benar benar memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan Indonesia, ujar Asep.
Menurutnya, pendidikan tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, Dewan Pendidikan, satuan pendidikan, tenaga pendidik, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, Rakornas V di Garut diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka dan produktif untuk membicarakan berbagai persoalan pendidikan, mulai dari pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu, penguatan karakter peserta didik, kualitas tenaga pendidik, hingga tantangan transformasi pendidikan di era digital.
Dari Garut untuk Pendidikan Indonesia
Asep menilai Garut memiliki kesempatan untuk memperkenalkan berbagai pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan daerah kepada peserta Rakornas dari seluruh Indonesia.
Sebaliknya, Garut juga dapat menyerap berbagai inovasi dan kebijakan pendidikan dari daerah lain untuk menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan pendidikan di Kabupaten Garut.
“Kita ingin Rakornas ini meninggalkan jejak. Bukan hanya selesai sebagai kegiatan, tetapi menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan gerakan yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan serta program nyata di daerah,”katanya.
Semangat tersebut sejalan dengan harapan agar keberadaan Dewan Pendidikan semakin kuat sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan pertimbangan, masukan, serta pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Menjadikan Garut Bagian dari Percakapan Pendidikan Nasional
Dipilihnya Garut sebagai tuan rumah Rakornas V juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan potensi daerah di tingkat nasional.
Garut tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan, tetapi diharapkan menjadi titik temu gagasan pendidikan dari berbagai penjuru Indonesia.
Bagi Asep, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun optimisme baru bahwa perubahan pendidikan dapat dimulai dari daerah.
“Dari Garut, kita ingin menyampaikan pesan bahwa pendidikan Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Kita boleh berbeda daerah, berbeda pengalaman dan tantangan, tetapi memiliki tujuan yang sama: menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan mampu menyiapkan generasi Indonesia menghadapi masa depan,” ujarnya.
Rakornas V Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia akhirnya diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, melainkan menjadi momentum memperkuat jejaring antardaerah, mempertemukan berbagai perspektif, dan menyusun langkah bersama untuk menjawab tantangan pendidikan nasional.
Garut menjadi tuan rumah. Gagasannya untuk Indonesia. Semangatnya untuk masa depan pendidikan bangsa.(*)

