Garutexpo.com — Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, tahun 2026 resmi tuntas digelar. Mengusung semangat pelestarian bahasa dan budaya daerah, kegiatan yang berlangsung pada Kamis 27 Agustus 2026 itu berlangsung semarak dan melibatkan para siswa sekolah dasar dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Sucinaraja.
Tidak sekadar menjadi arena kompetisi berbahasa dan bersastra Sunda, FTBI Sucinaraja 2026 juga menghadirkan nuansa budaya yang kental sejak awal kegiatan. Pembukaan diawali dengan penampilan Tari Badaya yang dibawakan oleh para guru di bawah pimpinan Lilis Sri Mulyati dan Hilmi.
Penampilan tersebut berhasil menghadirkan atmosfer budaya Sunda sekaligus memberikan pesan kuat bahwa pelestarian bahasa, seni, dan budaya daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab siswa, tetapi juga seluruh insan pendidikan.
Para guru tampil penuh semangat dalam balutan pertunjukan seni tradisional. Tari Badaya pun menjadi warna tersendiri dalam pembukaan FTBI Sucinaraja 2026 sebelum para peserta memasuki rangkaian perlombaan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang menguji kemampuan, kreativitas, keberanian, serta penguasaan bahasa dan sastra Sunda para siswa.
Hasil perlombaan kemudian ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Korwas Bidang Pendidikan Kecamatan Sucinaraja Nomor KP.12.06/FTBI/Korwil/2026 tentang Penetapan Juara I, II dan III FTBI Tingkat Kecamatan Sucinaraja Tahun 2026.
Surat keputusan tersebut ditetapkan di Sucinaraja pada 27 Agustus 2026 dan ditandatangani oleh Korwas Bidang Pendidikan Kecamatan Sucinaraja, Hj. Yuniarti, S.Pd., M.Pd.
Dalam gelaran tahun ini, peserta berkompetisi pada tujuh cabang lomba, yakni Ngadongeng, Ngarang Carpon, Maca Sajak, Borangan atau Bobodoran Sorangan, Nembang Pupuh, Biantara Bahasa Sunda, serta Maca dan Nulis Aksara Sunda.
SDN 2 Tegalpanjang Tampil Dominan
Salah satu sekolah yang mencuri perhatian dalam FTBI Sucinaraja 2026 adalah SDN 2 Tegalpanjang. Sejumlah siswanya berhasil meraih juara pertama maupun masuk tiga besar di berbagai cabang perlombaan.
Pada Ngadongeng Putra, juara pertama diraih Muhammad Aqlan Kharit Al dari SDN 2 Tegalpanjang. Juara kedua diraih Arvino Muhammad A dari SDN 1 Tegalpanjang, sedangkan juara ketiga diraih Rerial Saputra dari SDN 2 Cigadog.
Dominasi SDN 2 Tegalpanjang kembali terlihat pada Ngadongeng Putri. Arsyila Azzahra Alfathunnisa berhasil menyabet juara pertama. Posisi kedua ditempati Kahfira dari SDN 1 Sukalaksana, sementara juara ketiga diraih Natasya Cita Kirana dari SDN 1 Linggamukti.
Pada cabang Ngarang Carpon Putra, SDN 2 Tegalpanjang kembali meraih juara pertama melalui Fajar Sidiq Alamsyah. Juara kedua diraih Ikbal Cahya Rohiman dari SDN 1 Linggamukti dan juara ketiga Muhammad Fahrul Riji dari SDN 1 Tegalpanjang.
Sementara pada Carpon Putri, juara pertama diraih Fika Nafisha dari SDN 2 Sukaratu. Alya Aulia dari SDN 2 Tegalpanjang meraih juara kedua, sedangkan Al Fatya Rizki N dari SD IT Nurul Islam berada di posisi ketiga.
Persaingan Ketat di Maca Sajak dan Borangan
Persaingan juga berlangsung sengit pada cabang Maca Sajak Putra. Cailan dari SDN 3 Tegalpanjang keluar sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Muhammad Alfatih dari SDN 1 Tegalpanjang, sedangkan Putra Alam dari SDN 4 Tegalpanjang meraih juara ketiga.
Pada kategori Maca Sajak Putri, Andini Putri Novianti dari SDN 1 Tegalpanjang berhasil menjadi juara pertama. Juara kedua diraih Rizkia Lestari dari SDN 2 Tenjonagara dan juara ketiga Annisa Fadillah dari SDN 1 Sukaratu.
Sementara itu, Borangan Putra dimenangkan Muhammad Al Ghazali dari SDN 2 Tegalpanjang. Juara kedua diraih Agema dari SDN 3 Tegalpanjang dan juara ketiga Rudi Febriyan dari SDN 2 Sukaratu.
Untuk Borangan Putri, juara pertama diraih Rivani Nurkomaasari dari SDN 1 Sukaratu. Jihan Syaqila Putri S dari SDN 1 Tenjonagara meraih juara kedua, sedangkan Syadiyah Januar Lestari dari SDN 2 Tegalpanjang menempati juara ketiga.
Pupuh, Biantara hingga Aksara Sunda
Pada cabang Pupuh Putra, juara pertama diraih Alfi As Shidiq dari SDN 5 Tegalpanjang. Juara kedua diraih Zam Zam dari SDN 2 Tenjonagara dan juara ketiga Muhammad Fauzi Ibrahim dari SDN 2 Linggamukti.
Sedangkan Pupuh Putri, juara pertama diraih Al Zahra Khoerunisa dari SDN 3 Linggamukti. Feliza dari SDN 4 Linggamukti meraih juara kedua dan Marwah Aulia Putri dari SDN 2 Linggamukti meraih juara ketiga.
Pada Biantara Putra, Haikal dari SDN 1 Sukalaksana berhasil menjadi juara pertama. Juara kedua diraih Rizik Muhamad Saban dari SDN 1 Tenjonagara, sedangkan juara ketiga ditempati Muhamad Azka Rizki H dari SDN 2 Tegalpanjang.
Untuk Biantara Putri, juara pertama diraih Azni Ahmad M dari SDN 1 Tegalpanjang. Syaqilla Putri Ramadhani dari SDN 1 Linggamukti meraih juara kedua dan Kanza Aliya Rahman dari SDN 2 Tegalpanjang meraih juara ketiga.
Sementara pada cabang Aksara Sunda Putra, Rayhan Muhamad H dari SDN 1 Sukalaksana menjadi juara pertama. Juara kedua diraih Ikhsan Habib dari SDN 2 Sukalaksana dan juara ketiga Azam Rahmatul Rizaldi dari SDN 3 Tegalpanjang.
Pada kategori Aksara Sunda Putri, Adiba Syakila Atmarini dari SDN 2 Tegalpanjang berhasil meraih juara pertama. Juara kedua ditempati Khumaira Purnama dari SDN 1 Tenjonagara, sementara Khofifah Indah dari SDN 2 Sukalaksana meraih juara ketiga.
Bukan Sekadar Kompetisi
FTBI Kecamatan Sucinaraja 2026 pada akhirnya bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, sekaligus mencintai bahasa dan budaya Sunda.
Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengasah keberanian tampil di depan umum, kreativitas, kemampuan berbahasa, serta keterampilan dalam seni dan sastra Sunda.
Pelaksanaan kegiatan turut didukung unsur Korwas, K2S, PGRI, para guru, panitia, serta dewan juri yang menangani masing-masing cabang perlombaan.
Encep Hendar, S.Pd., M.Pd. dipercaya sebagai Pupuhu Kagiatan, Muksin, S.Pd.sebagai Juru Sinerat, sedangkan Dewi Arianti, S.Pd. dan Eulis Amelia, S.Pd. bertugas sebagai Juru Simpen.
Untuk Panata Acara, kegiatan didukung Lilis Sri Mulyati, S.Ag.dan Ade Awan, S.Pd. Sementara seksi konsumsi terdiri dari Hj. Rohdiat, S.Pd., Iis Tuti, S.Pd., dan Hamidah, S.Pd.I. Adapun koordinator kegiatan dijabat Widayani, S.Pd.
Dengan resmi ditetapkannya para juara, FTBI Sucinaraja 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan melanjutkan perjuangan ke tingkat berikutnya.
Dari Tari Badaya yang dibawakan para guru hingga penampilan para siswa dalam tujuh cabang lomba, FTBI Sucinaraja 2026 menjadi panggung bersama untuk memastikan bahasa, sastra, seni, dan budaya Sunda tetap hidup serta dekat dengan generasi muda.(*)


