in

Setahun Wafat KH Ade Ma’ruf, Keluarga Gelar Haul dan Doa Bersama di Masjid Jami Nurul Falah Bongkor

Garutexpo.com — Setahun telah berlalu sejak KH Ade Ma’ruf bin H. Uleh Soleh berpulang ke rahmatullah. Namun, sosoknya masih lekat dalam ingatan keluarga, para alumni, jamaah, serta masyarakat yang pernah mengenal dan mendapatkan ilmu serta keteladanan dari almarhum.

Untuk mengenang satu tahun wafatnya sang guru, keluarga KH Ade Ma’ruf menggelar haul, tahlil, doa bersama, serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Nurul Falah, Kampung Bongkor RW 08, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat, Rabu malam, 30 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB. Sejumlah jamaah dari berbagai kampung tampak hadir untuk bersama-sama mendoakan almarhum sekaligus mengenang perjalanan dan keteladanan yang ditinggalkannya.

Rangkaian kegiatan dipimpin oleh para sesepuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Kampung Pasirmuncang, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Hadir pula para alumni Pondok Pesantren Nurul Falah serta jamaah yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan pengajian dan perjuangan dakwah almarhum.

Jamaah datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Kampung Bongkor RW 08, Kampung Bongkor RW 09, Kampung Munjul RW 10, Kampung Cisanca RW 07, serta Kampung Pasirmuncang RW 06, Desa Cintarakyat.

Bagi mereka, KH Ade Ma’ruf bukan sekadar sosok yang telah berpulang, tetapi juga seorang guru yang meninggalkan kenangan, ilmu, nasihat, dan keteladanan.

Di tengah suasana penuh kekhusyukan, para jamaah mengikuti rangkaian tahlil dan doa bersama. Nama almarhum kembali disebut dalam lantunan doa, sebagai bentuk penghormatan sekaligus ikhtiar keluarga dan jamaah agar Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi beliau.

Mengenang Guru, Merawat Silaturahmi

Haul satu tahun wafatnya KH Ade Ma’ruf menjadi momentum bagi keluarga dan para jamaah untuk kembali berkumpul. Selain mendoakan almarhum, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin.

Sosok almarhum dikenang sebagai suami, ayah, kakek, sekaligus guru yang memiliki kedekatan dengan keluarga, alumni, dan jamaah.

Nilai-nilai keagamaan serta keteladanan yang pernah disampaikan almarhum diharapkan terus hidup dan diteruskan oleh keluarga, para alumni, serta generasi berikutnya.

Rangkaian kegiatan haul juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang almarhum, tetapi juga menjadi kesempatan bagi jamaah untuk kembali memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Rangkaian Haul Berlanjut 2 Oktober

Rangkaian kegiatan mengenang KH Ade Ma’ruf juga akan dilanjutkan besok Jumat, 2 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Jami Nurul Falah, Kampung Bongkor.

Dalam kegiatan lanjutan tersebut akan digelar haul dan Ijtima Tarbiyah Thoriqoh At-Tijaniyyah ke Waliyan Syaikhuna Badrizzaman.

Kegiatan tersebut bakal diikuti oleh para jamaah Thoriqoh At-Tijaniyyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.

Dengan demikian, rangkaian haul KH. Ade Ma’ruf menjadi momentum yang tidak hanya mempertemukan keluarga dan jamaah yang pernah dekat dengan almarhum, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi para jamaah Thoriqoh At-Tijaniyyah di Kabupaten Garut.

Pihak keluarga mengajak keluarga besar, alumni, jamaah, serta masyarakat untuk hadir dan bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Keluarga berharap momentum haul dapat menjadi sarana untuk terus mengenang jasa dan keteladanan KH Ade Ma’ruf sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi antarkeluarga, alumni, jamaah, dan masyarakat.

Doa pun terus dipanjatkan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.

“Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah beliau, mengampuni dosa-dosanya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.”

Setahun telah berlalu, namun kenangan terhadap KH Ade Ma’ruf tetap hidup di tengah keluarga dan jamaah. Melalui doa, silaturahmi, serta kegiatan keagamaan, nama dan keteladanan almarhum diharapkan terus dikenang dan menjadi bagian dari amal kebaikan yang berkesinambungan.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Viral! Warga Garut Soroti Beras Bantuan Diduga Tak Sampai 10 Kg, Ada Bekas Lubang di Karung