Garutexpo.com — Video kericuhan dalam pertandingan sepak bola Liga KOD (Koordinator Olahraga Desa) Cup U-23 antara tim Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, melawan Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, viral di media sosial. Di tengah ramainya video tersebut, muncul kabar yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Menanggapi informasi yang beredar, Polres Garut memberikan klarifikasi. Berdasarkan hasil penelusuran kepolisian, kabar mengenai adanya korban meninggal dunia akibat kericuhan pertandingan tersebut dipastikan tidak benar.
Klarifikasi itu disampaikan Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi P., S.H., pada Jumat (9/10/2026). Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Ipda Susilo Adhi P. saat ditemui awak media.
Polisi Telusuri Pihak yang Diduga Jadi Provokator
Meski kabar mengenai korban meninggal dunia telah dibantah, kepolisian masih melakukan upaya pencarian dan penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi provokator dalam kericuhan pertandingan tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk mengungkap pihak yang terlibat sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Proses penelusuran tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan insiden yang menyita perhatian masyarakat, terutama setelah rekaman video kericuhan menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan tudingan terhadap pihak tertentu sebelum ada kejelasan dari hasil penelusuran aparat.
Jangan Sampai Sepak Bola Memecah Persaudaraan
Insiden kericuhan dalam pertandingan KOD Cup U-23 ini menjadi pengingat bahwa kompetisi olahraga semestinya menjadi ajang mempererat persaudaraan, bukan justru memicu permusuhan antarpemain maupun pendukung.
Kasi Humas Polres Garut mengajak seluruh masyarakat, khususnya pencinta sepak bola, untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas, menghormati lawan, serta menjaga sikap agar situasi tidak semakin memanas.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam membagikan rekaman video maupun narasi yang belum terkonfirmasi. Informasi yang keliru dapat menimbulkan keresahan, memperkeruh suasana, bahkan memicu kesalahpahaman yang lebih luas.
Kepolisian menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Kini, publik menantikan hasil penelusuran kepolisian terhadap pihak yang diduga memicu kericuhan tersebut. Sementara itu, masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya, serta menyerahkan penanganan persoalan kepada pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan mengedepankan sportivitas dan kedewasaan dalam bermedia sosial, diharapkan situasi di Kabupaten Garut tetap aman dan kondusif, serta pertandingan olahraga ke depan dapat berlangsung dengan menjunjung tinggi semangat persatuan.(*)

