GARUTEXPO– Seorang warga komplek Tutugan, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Hadi Maulana, merasa putus asa karena belum dapat melunasi tunggakan pembayaran terhadap sekolah SMK Alfarizi Leles. Akibatnya, ijazahnya masih tertahan sejak tahun 2021.
Ditemani orangtuanya, Hadi Maulana, alumni SMK Alfarisi tahun 2021, mengungkapkan kesulitan yang dialaminya kepada pengurus setempat. Ijazahnya masih tertahan karena tunggakan pembayaran, membuatnya belum dapat melamar pekerjaan.
“Kami sangat kesulitan karena ijazah anak kami masih tertahan di SMK Alfarizi karena tunggakan pembayaran yang belum terselesaikan,” ungkap orang tua Hadi kepada garutexpo.com, Selasa, 23 April 2024.
Ketua RW 02 Komplek Tutugan, Juju, menceritakan kedatangan warga ke rumahnya untuk menyampaikan masalah ini. Menurutnya, lamaran kerja Hadi Maulana belum dapat diselesaikan karena masalah yang sama.
“Warga kami termasuk masyarakat tidak mampu, kami akan berusaha mencari solusi agar ijazahnya bisa segera dimiliki dan Hadi dapat mencari pekerjaan untuk membantu perekonomian keluarganya,” ujarnya.

Sementara Yeni, ibu tunggal Hadi, yang bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap, mengungkapkan kesulitan hidup yang dialaminya.
“Ia menceritakan bahwa tunggakan pembayaran anaknya terhadap SMK Alfarizi mencapai Rp 6.850.000 yang belum dapat dibayarkan,” ungkap Yeni dengan berilinangan air mata.
Kepala Sekolah SMK Alfarizi, Asep Rihiat dengan tegas membantah adanya tuduhan penahanan ijazah di sekolah tersebut. Dalam pernyataannya, Asep Ruhiat menegaskan bahwa tidak ada yang menahan ijazah siswa di sekolah kami.
Selain itu Asep juga menambahkan bahwa beberapa ijazah belum diambil oleh orang tua siswa karena masih terdapat tunggakan biaya sekolah.
“Kami selalu mengingatkan kepada orang tua siswa untuk segera mengambil ijazah anak mereka dan menyelesaikan tunggakan biaya sekolah, jadi kami hanya bisa memberikan ijazah poto copian yang sudah di legalisir kepada siswa yang belum membayar tunggakannya,” kata Asep ketika konfirmasi garutexpo.com, melalui sambungan WhatsApp, Rabu malan, 24 April 2024.
Lebih lanjut Asep juga menekankan pentingnya komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa.
“Kami berharap tidak ada miss komunikasi, dan kami mengundang orang tua siswa untuk berkomunikasi secara langsung dengan pihak sekolah,” tandasnya.
Dengan demikian, Kepala Sekolah SMK Alfarizi berupaya untuk memberikan klarifikasi atas isu penahanan ijazah yang beredar, sambil menekankan pentingnya kerjasama antara sekolah, siswa, dan orang tua siswa.(Nuroni)






























