in

260 Penarik Becak Garut Terima Becak Listrik dari Presiden, Kini Tak Lagi Takut Hadapi Tanjakan

Garutexpo.com – Sebanyak 260 penarik becak di Kabupaten Garut menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan secara gratis dan dipusatkan di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Selasa (29/9/2026).

Bantuan becak listrik ini menjadi angin segar bagi para penarik becak, khususnya mereka yang telah berusia lanjut dan masih mengandalkan becak sebagai sumber penghasilan sehari-hari.

Selain meringankan beban dalam bekerja, becak listrik diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para pengemudi sekaligus mempertahankan keberadaan becak sebagai salah satu moda transportasi tradisional di Kabupaten Garut.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyambut baik penyaluran bantuan tersebut. Ia bahkan mencoba langsung becak listrik yang diberikan kepada para penerima.

Menurut Putri, becak listrik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan becak konvensional. Ruang penumpang dinilai lebih luas dan nyaman, sementara pengemudi tidak harus mengeluarkan tenaga besar ketika melintasi jalan menanjak.

“Alhamdulillah kalau review sebagai customer ya, kalau biasanya becak itu dua orang itu sempit, ini mah lalega. Kita kan ibu-ibu ya, badannya agak besar, jadi ini solusi banget karena lega,” ujar Putri.

Ia juga merasakan perjalanan menggunakan becak listrik lebih lembut dan tidak terlalu terasa guncangannya.

“Terus di jalannya lembut, halus, nggak kerasa gitu ya. Kan biasanya kalau becak kerasa digowesnya, karunya ka emangna. Nah, ayeuna mah moal hariwang kalau tanjakan mah da listrik. Intinya mah jauh lebih nyaman,” katanya.

Jadi “Kail Rezeki” bagi Penarik Becak

Putri berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai bantuan kendaraan, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan para penarik becak.

Ia menyebut becak listrik dapat menjadi “kail” untuk membuka peluang rezeki baru bagi masyarakat.

“Intinya mah ini sebagai kailnya, sebagai umpannya untuk rezeki masyarakat yang ada di Kabupaten Garut,” ungkapnya.

Selain menunjang aktivitas sehari-hari, keberadaan becak listrik juga diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata.

Wisatawan yang datang ke Garut namun tidak membawa kendaraan pribadi dapat memanfaatkan becak listrik untuk berkeliling kota. Dengan demikian, becak tidak hanya menjadi alat transportasi tradisional, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari pengalaman wisata di Garut.

Bisa Tempuh hingga 30 Kilometer

Direktur Operasi Yayasan GSN, Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo, menjelaskan bahwa becak listrik yang disalurkan memiliki jarak tempuh maksimal sekitar 30 kilometer dalam kondisi baterai terisi penuh.

Ia mengingatkan para pengemudi agar memperhatikan indikator daya baterai selama menggunakan kendaraan tersebut.

Menurutnya, ketika indikator baterai telah menyisakan satu bagian, pengemudi sebaiknya segera melakukan pengisian daya agar kendaraan tidak kehabisan energi di tengah perjalanan.

Sudarwo menjelaskan, penyaluran becak listrik di Jawa Barat merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya yang telah menjangkau wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Untuk penerima bantuan, prioritas diberikan kepada penarik becak berusia minimal 55 tahun.

Hal tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para penarik becak senior yang masih harus bekerja meskipun telah memasuki usia lanjut.

“Soalnya beliau sangat prihatin, di usia 70 tadi, ada yang 80. Nah, ini yang diharapkan yang menerima harusnya yang tua dulu,” ujar Sudarwo.

Ia menambahkan, apabila masih terdapat kekurangan penerima, proses seleksi berikutnya dapat dilakukan melalui pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan.

Gratis dan Menjadi Hak Milik Penerima

Sudarwo memastikan seluruh becak listrik yang disalurkan merupakan bantuan cuma-cuma dan menjadi hak milik pribadi para penerima.

Untuk mendukung keberlanjutan penggunaan kendaraan, pihak Yayasan juga telah bekerja sama dengan produsen setempat dalam hal perawatan.

Dengan dukungan tersebut, para penerima diharapkan tidak kesulitan mendapatkan suku cadang maupun layanan perbaikan kendaraan.

Bantuan becak listrik itu pun mendapat sambutan positif dari para pengemudi.

Samsul, salah seorang penarik becak asal Kecamatan Karangpawitan, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Becak listrik dinilai dapat meringankan pekerjaannya dalam mencari nafkah sehari-hari.

Samsul juga menyampaikan doa dan harapan agar Presiden Republik Indonesia senantiasa diberikan kesehatan.

Penyaluran 260 becak listrik di Garut menjadi momentum baru bagi para penarik becak, terutama pengemudi lanjut usia. Dengan tenaga listrik, pekerjaan yang selama ini mengandalkan kekuatan fisik diharapkan menjadi lebih ringan, sementara becak tetap memiliki ruang untuk bertahan sebagai transportasi tradisional sekaligus mendukung aktivitas pariwisata di Kabupaten Garut.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Sertijab SMPN 2 Banjarwangi, Mamad Komarudin Purnabakti, Taofik Ridwan Dipercaya Jadi Plt Kepala Sekolah

Sopir Grab Dikeroyok Usai Tegur Angkot di Wanaraja, Polisi Amankan Dua Orang