GARUTEXPO– Perjalanan penyelenggaraan Pemilu di Garut cukup mendapatkan perhatian, baik dari masyarakat Garut maupun jajaran penyelenggara provinsi dan pusat. Terutama dalam proses Pemilu Pilpres dan Legislatif pada Februari 2024 lalu. Banyak hal menjadi obrolan para aktivis, NGO, dan para calon legislatif (Caleg). Semua cerita tentang sepak terjang penyelenggara Pemilu di Garut menarik perhatian.
“Saya yakin semua elemen penyelenggara pun sudah mendengar, juga para pemerhati Pemilu serta aparat penegak hukum telah banyak menerima cerita dan mungkin bisa memilah mana isu hoaks dan mana yang mendekati kebenarannya,” ujar politisi senior Kabupaten Garut, H. Ahmad Bajuri, kepada sejumlah awak media, Minggu (02/06/2024).
Selain itu, Ahmad Bajuri menyebutkan bahwa dalam rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) juga sama, menyisakan wacana dan cerita apapun itu. Latar belakangnya dari semua itu, kata dia, adalah kurangnya keberanian para penggerak demokrasi untuk menindaklanjutinya secara resmi melalui jalur mekanisme yang telah disediakan. Namun, ada juga yang menurutnya kekurangan data pelengkap sehingga tidak bisa ditindaklanjuti.
“Terakhir, kita semua dikejutkan oleh pernyataan mantan PPK Garut Kota. Secara pribadi, saya bangga atau mengapresiasi atas keberaniannya. Apapun latar belakangnya, tapi perlu kita semua dukung bila semua peduli atas demokrasi yang bersih. Agar kata amanah tidak hanya kita tuntut kepada calon dewan dan sekarang pada calon bupati dan wakil bupati saja. Saya hanya melihat ini tanda peringatan dari Yang Maha Kuasa melalui namanya Firmansyah. Kalau kita mau tamsilkan atau kira-kira makna kata Firmansyah,” tandas Ahmad Bajuri.
Bajuri menyampaikan keprihatinannya jika semua cerita itu asli adanya, maka integritas para penyelenggara bukan hanya patut dipertanyakan lagi.
“Mari kita ajak bicara secara hati. Karena lisan itu banyak alibinya. Apa betul kita inginkan para wakil rakyat, para pemimpin Garut itu amanah? Bila kita pun ikut menjadi bagian dalam menelurkan para pemimpin itu,” ungkapnya.
Dirinya mengajak semua pihak, sebelum terlambat, untuk berani berbuat dan bersuara demi Kabupaten Garut yang lebih baik. Diharapkan, para penyelenggara Pilkada bisa lebih berintegritas dan amanah.
“Semoga muncul Firmansyah-Firmansyah lainnya, melakukan taubatan politik secara negara, dan secara agama pun diwajibkan untuk bisa menyelamatkan citra dan kinerja penyelenggara Pemilu Pilkada 2024. Berikan tauladan yang baik untuk generasi selanjutnya. Jangan hanya melihat materi yang mungkin besar saat itu tapi mengorbankan amanat suara murni rakyat yang datang ke TPS. Dan uang yang kita terima dipakai kehidupan kita, apalah jadinya ke depan,”ucapnya.(*)






























