GARUTEXPO – Bank BJB menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Link” di Ruang Rapat Bank BJB Cabang Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa, 28 Agustus 2024.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Idad Badrudin, menyampaikan apresiasinya kepada Bank BJB atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah awal untuk penerapan transaksi keuangan desa secara non-tunai di Kabupaten Garut.
“Implementasi aplikasi Siskeudes Link sangat penting bagi desa-desa di Garut, karena sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, semua proses pembayaran keuangan desa wajib dilakukan secara non-tunai,” ujar Idad.
Idad menjelaskan bahwa penerapan sistem ini mencakup seluruh proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pelaporan dan publikasi yang harus dilakukan secara non-tunai. Dalam FGD tersebut, pihaknya juga melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut untuk mendiskusikan kebutuhan fasilitas dalam penerapan Siskeudes Link.
“Kami akan segera mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar implementasi Siskeudes Link bisa berjalan dengan lancar,” tambah Idad. Ia berharap dengan penerapan sistem ini, administrasi desa menjadi lebih tertib dan terhindar dari masalah hukum.
“Insha Allah, administrasi desa akan lebih tertib dan perangkat desa serta dana desa bisa lebih sejahtera,” lanjutnya.
Manajer Divisi Institutional and Wholesale Banking Bank BJB Pusat, Muhammad Reza Harahap, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan layanan Siskeudes Link yang terintegrasi dengan Bank BJB.
“Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan keamanan dalam proses pencairan dana serta transaksi belanja desa secara non-tunai melalui internet banking Bank BJB,” kata Reza. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari DPMD dan Diskominfo Kabupaten Garut agar layanan ini bisa diterapkan di seluruh desa.
Reza menambahkan, dengan layanan Siskeudes Link, transaksi akan dilakukan secara real-time dan risiko yang terkait dengan penggunaan uang tunai dapat diminimalisir.
“Proses administrasi dan integrasi terkait pencairan dana dan belanja desa akan lebih akuntabel dan aman, serta menghindari risiko dari transaksi tunai yang berbahaya,” jelasnya.
Reza berharap, melalui Siskeudes Link, aparat desa di Kabupaten Garut dapat bertransaksi dengan lebih aman dan nyaman, tanpa perlu repot pergi ke bank.
“Dengan Siskeudes Link, proses belanja antara pemerintah desa dan penyedia jasa akan lebih mudah, sehingga pembangunan di desa dapat lebih cepat dan tepat sasaran,” paparnya.













