in

Dari Kampung Bangkit! Pemuda Garut Siap Jadi Motor Perubahan di Tengah Tantangan Ekonomi

Para Pemuda Kabupaten Garut.

Garutexpo.com – Kondisi ekonomi di Kabupaten Garut saat ini masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama bagi kalangan generasi muda. Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan peran aktif semua pihak, termasuk pemuda sebagai agen perubahan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat masih berada di kisaran 7 hingga 8 persen dalam beberapa tahun terakhir, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Situasi ini turut berdampak pada Garut, terutama bagi lulusan baru yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, angka kemiskinan di Kabupaten Garut juga masih berada di atas 10 persen. Kondisi ini menggambarkan bahwa masih banyak masyarakat yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Namun di balik tantangan tersebut, Garut menyimpan potensi besar yang belum tergarap secara optimal. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Di sisi lain, sektor pariwisata juga terus berkembang dengan destinasi unggulan seperti Gunung Papandayan, Pantai Santolo, hingga kawasan Darajat yang mampu menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Sayangnya, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda, khususnya dalam hal inovasi, digitalisasi, serta penguatan brand lokal.

Di tengah kondisi ini, pemuda Garut didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan pekerjaan. Hal ini sejalan dengan data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang menyebutkan bahwa sektor UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.

Salah seorang pemuda Garut, Salman Rizkatillah, menegaskan bahwa generasi muda harus berani mengambil peran sebagai motor perubahan.
“Hari ini kita tidak bisa hanya mengkritik. Pemuda harus hadir dengan solusi, mulai dari membangun usaha, komunitas, sampai gerakan sosial yang berdampak langsung,” ujar Salman kepada Garutexpo.com, Ahad, 29 Maret 2026.

Hal senada disampaikan Elvan Syah Muharam yang menilai potensi lokal Garut sangat besar jika dikelola dengan serius.
“Kita punya sumber daya, tinggal bagaimana kita berani mengolah dan memasarkan. Jangan sampai orang luar yang lebih dulu mengambil peluang ini,” katanya.

Sementara itu, Ari Ramdani menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Pemuda tidak bisa jalan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat supaya dampaknya lebih terasa,” jelasnya.

Nanan Nugraha turut menyoroti pentingnya kepedulian sosial di kalangan pemuda.
“Banyak masalah di masyarakat yang butuh kepedulian. Pemuda harus jadi yang paling depan membantu dan menggerakkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Afsal Adrian mengingatkan agar pembangunan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Pembangunan jangan sampai merusak lingkungan. Kalau alam rusak, yang rugi kita semua,” tegasnya.

Adapun Ghiyats A Fawwaz menekankan pentingnya keberanian untuk memulai langkah kecil.
“Tidak perlu menunggu sempurna. Mulai saja dulu dari apa yang kita bisa, dari lingkungan terdekat,” ujarnya.

Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, masa depan Garut tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh sejauh mana keterlibatan generasi mudanya. Dari kampung, dari komunitas, hingga langkah kecil sekalipun, perubahan besar dapat dimulai.

Semangat kolaborasi, inovasi, dan kepedulian menjadi kunci agar pemuda Garut mampu menjawab tantangan zaman dan membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik.***

Ditulis oleh Kang Zey

Sopir Truk di Garut Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Mobil yang Masih Menyala