in

RSU dr. Slamet Garut Terancam Lumpuh Akibat Defisit Rp30 Miliar, DPRD Ingatkan Manajemen Segera Berbenah

Garutexpo.com – Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut, sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Kabupaten Garut, kini tengah menghadapi persoalan serius. Laporan terbaru menyebutkan bahwa rumah sakit tersebut mengalami defisit keuangan mencapai Rp30 miliar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pelayanan kesehatan, terutama terkait ketersediaan obat-obatan dan kelancaran operasional rumah sakit.

Informasi mengenai krisis keuangan tersebut diungkapkan oleh Iman Alirahman, anggota Badan Anggaran DPRD Garut sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar. Ia menjelaskan bahwa permasalahan defisit sudah menjadi perhatian serius legislatif sejak disampaikan oleh pihak rumah sakit.

“Defisit ini sebelumnya disampaikan oleh dr. Leli, tepat sebelum pelantikan Direktur RSU dr. Slamet, dalam rapat pembahasan Rancangan KUAPPAS Tahun 2026 bersama Badan Anggaran,” ungkap Iman, Rabu (27/8/2025).

Iman menambahkan bahwa pada saat pembahasan finalisasi Perubahan APBD 2025, Sekretaris Daerah yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memastikan masalah tersebut bisa ditangani. Solusi yang ditawarkan yakni melalui penyesuaian serta revisi Rencana Bisnis Anggaran (RBA) rumah sakit.

“TAPD memastikan persoalan ini dapat tertangani dengan perubahan rencana bisnis anggaran,” ujarnya.

Meski begitu, DPRD Garut menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihak legislatif berkomitmen memperketat pengawasan agar pengelolaan keuangan rumah sakit dilakukan lebih transparan dan akuntabel. Iman menekankan pentingnya penyusunan RBA yang lebih detail dan realistis untuk menghindari terulangnya defisit di masa mendatang.

Iman juga menyoroti perlunya reformasi dalam manajemen RSU dr. Slamet. Direktur baru rumah sakit tersebut diminta segera melakukan langkah-langkah inovatif untuk menyelamatkan kondisi keuangan.

“Manajemen harus berani melakukan efisiensi anggaran. Mulai dari insentif pegawai, perjalanan dinas, rehabilitasi taman, hingga pembelian barang kantor. Semua harus dipangkas dan difokuskan untuk memperbaiki kondisi keuangan. Yang utama adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” tegasnya.

Selain efisiensi, ia menilai perlunya strategi peningkatan pendapatan rumah sakit, baik dari optimalisasi klaim BPJS Kesehatan maupun peningkatan layanan unggulan.

Menurutnya, RSU dr. Slamet memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas layanan yang bisa menjadi sumber pemasukan tambahan tanpa membebani pasien.

RSU dr. Slamet Garut melayani ribuan pasien setiap bulannya, baik yang menggunakan BPJS Kesehatan maupun pasien umum. Defisit keuangan dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan obat-obatan, bahan medis, bahkan biaya operasional dasar. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, masyarakatlah yang akan menanggung akibatnya dengan layanan yang tidak optimal.

“Ini bukan sekadar soal angka di laporan keuangan. Jika obat tidak tersedia, operasi tertunda, atau pelayanan terhambat, masyarakat yang paling dirugikan,” ujar Iman.

Dengan kondisi ini, DPRD Garut menegaskan akan terus menekan pihak eksekutif dan manajemen rumah sakit untuk bergerak cepat.

Reformasi manajemen dan penataan ulang anggaran dinilai sebagai langkah mendesak agar RSU dr. Slamet bisa kembali stabil dan tetap menjadi tumpuan layanan kesehatan masyarakat Garut.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Posko KKN Jadi Rumah Kedua, Mahasiswa Desa Haruman Akrab dengan Warga

Bengkel Ali Dua Kali Jadi Korban, Polisi Garut Dinilai Lamban Usut Kasus