in

Pesta Patok UNIGA 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Mahasiswa, Peternak, dan Akademisi

Garutexpo.com — Semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap penguatan peternakan lokal tercermin kuat dalam pelaksanaan Pesta Patok UNIGA 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Peternakan (HIMAPET) Universitas Garut bersama Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa sebagai penggerak sinergi antara dunia akademik dan praktik peternakan di lapangan.

Pesta Patok UNIGA 2026 dirancang sebagai ajang terpadu yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga edukasi dan pelestarian ternak domba dan kambing lokal. Sejumlah kategori kontes digelar, mulai dari Raja Kasep, Raja Petet, Raja Pedaging, Ratu Bibit, hingga Eksibisi Jajalon. Masing-masing kategori merepresentasikan aspek estetika, produktivitas, kualitas genetik, serta nilai budaya yang melekat dalam dunia peternakan Garut.

Sejak pagi hari, antusiasme peserta terlihat tinggi. Para peternak dari berbagai daerah datang membawa ternak unggul mereka, menciptakan suasana kompetitif yang sehat sekaligus mempererat silaturahmi antarpeternak. Di sisi lain, kehadiran mahasiswa dan dosen menghadirkan pendekatan ilmiah yang melengkapi pengalaman lapangan para peternak.

Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Garut yang diwakili Wakil Rektor IV, Ketua DPD HPDKI, Ketua DPC HPDKI, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, jajaran Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Ketua Program Studi Peternakan, serta dosen Peternakan Universitas Garut. Kehadiran para pemangku kebijakan dan akademisi tersebut menegaskan posisi Pesta Patok sebagai kegiatan strategis dalam mendukung pembangunan sektor peternakan daerah.

Ketua HIMAPET Universitas Garut, M. Nizzar Al Ghiffary, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa peternakan untuk hadir dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terjun langsung ke tengah peternak. Pesta Patok ini menjadi media pembelajaran, pengabdian, sekaligus upaya membangun kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Peternakan Universitas Garut menegaskan bahwa Pesta Patok UNIGA 2026 selaras dengan arah pengembangan pendidikan yang aplikatif dan berbasis kebutuhan nyata.

“Kegiatan ini adalah contoh konkret implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kompetensi mahasiswa sesuai tantangan di lapangan,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari para peserta. Salah seorang peternak menilai Pesta Patok bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga ruang belajar dan berbagi pengalaman.

“Di sini kami bisa berkompetisi sekaligus berdiskusi dengan mahasiswa dan dosen. Ini sangat membantu peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternak dan manajemen usaha,” ungkapnya.

Daya tarik lain dari kegiatan ini adalah Eksibisi Jajalon, yang menghadirkan unsur budaya dan kearifan lokal dalam dunia peternakan. Eksibisi ini dinilai mampu memperkuat identitas peternak Garut sekaligus menjadi sarana promosi kepada masyarakat luas.

Melalui Pesta Patok UNIGA 2026, HIMAPET Universitas Garut bersama HPDKI berharap dapat membangun ekosistem peternakan yang kolaboratif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu mempererat hubungan antarpeternak serta melahirkan generasi muda peternakan yang kompeten dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Dorong Prestasi dan Pembinaan Atlet, Hj. Lola Nelria Oktavia dan Endang Gumilar Resmikan GOR Cintarakyat serta Buka NasDem Cup I 2026

Wabup Putri Karlina Dorong PDAM Tirta Intan Garut Fokus pada Kepuasan Pelanggan dan Kinerja Usaha