Garutexpo.com – Menolak ajakan balap liar, seorang pekerja towing justru menjadi korban penganiayaan secara bersama-sama di muka umum. Dalam rangka pelaksanaan Operasi Pekat I Lodaya 2026, Unit III Pidum Satreskrim Polres Garut yang tergabung dalam Team Sancang berhasil mengamankan dua terduga pelaku kekerasan tersebut.
Kedua pelaku diamankan, Senin (23/02/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di dua lokasi berbeda, yakni di sebuah rumah kontrakan di Perum Cimanganten, Desa Langensari, Kecamatan Tarogong Kaler, serta di kontrakan kawasan Jalan Cikamiri, Desa Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Adapun kedua pelaku berinisial AM (47) dan NS (35), yang diketahui merupakan warga Kecamatan Garut Kota.
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, S.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan atas laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Ibrahim Adjie, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler.
“Setelah menerima laporan, kami melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan dua orang pelaku. Keduanya kini telah dibawa ke Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Joko.
Ia menerangkan, peristiwa bermula saat korban tengah bekerja hendak mengevakuasi kendaraan milik atasannya menggunakan mobil towing. Tiba-tiba, para pelaku bersama rekannya mendatangi korban dan mengajaknya untuk balap liar.
Namun karena korban menolak ajakan tersebut, terjadi adu mulut yang berujung pada aksi pendorongan dan pemukulan secara bersama-sama terhadap korban.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian bibir, luka pada kedua kaki, serta merasakan sakit di bagian kening.
AKP Joko menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memberantas segala bentuk penyakit masyarakat melalui Operasi Pekat Lodaya 2026 guna menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Garut.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kekerasan maupun tindakan yang meresahkan masyarakat. Operasi Pekat ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat,” tegasnya.(*)






























