in

Malam Ini Garut Ditutup! Karnaval Budaya Sunda & SISPAM Kota Bikin Lalu Lintas Lumpuh, Ini Rute dan Aturannya

Rute Lalu Lintas

Garutexpo.com – Warga Garut perlu bersiap menghadapi perubahan besar arus lalu lintas pada Selasa malam (5/5/2026). Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut akan menggelar Simulasi Pengamanan Kota (SISPAM) yang dirangkaikan dengan Karnaval Tatar Budaya Sunda dalam rangka Milangkala Tatar Sunda.

Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB ini dipastikan akan berdampak signifikan terhadap aktivitas di pusat kota. Bahkan, kendaraan bermotor dilarang masuk ke dalam ring kegiatan, sementara sejumlah ruas jalan utama akan digunakan untuk karnaval budaya.

Rekayasa Lalu Lintas Ketat, Kendaraan Dibatasi

Berdasarkan informasi resmi Satlantas Polres Garut, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di sejumlah titik strategis. Jalur utama seperti Jalan Bratayuda hingga Jalan Ahmad Yani akan dipadati rangkaian karnaval.

Tak hanya itu, aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan juga dibatasi hingga pukul 00.00 WIB demi kelancaran dan keamanan acara.

“Ini bukan sekadar karnaval, tapi juga simulasi pengamanan kota. Jadi masyarakat diharapkan memahami adanya pembatasan yang dilakukan,” demikian imbauan dari pihak Satlantas.

Ini Rute Karnaval yang Perlu Dihindari

Rute kegiatan dimulai dari Korem 062/TN, kemudian menuju Jalan Asia, lanjut ke Jalan Mliwaha, area BJB, hingga Lapas, dan berakhir di Bakorwil.

Sejumlah pengalihan arus juga disiapkan, di antaranya:

* Kendaraan dari arah Surabi diarahkan lurus ke Jalan Pembangunan
* Dari arah Panday dan Sanding dibelokkan ke kiri menuju Jalan Pembangunan
* Dari SP4 Sukaregang bisa berbelok ke Jalan Guntur atau Jalan Gagak Lumayung

Kantung Parkir Disiapkan, Ini Lokasinya

Untuk mengantisipasi kepadatan, petugas telah menyiapkan beberapa lokasi parkir, di antaranya:

* Jalan Cimanuk hingga SP3 H. Yaya
* Mall CiplaZ Ramayana
* Halaman Islamic Center
* IBC
* Kantor BPKAD
* Pendopo
* Bakorwil

Masyarakat Diminta Tertib

Satlantas Polres Garut mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan, menggunakan jalur alternatif, serta tetap menjaga ketertiban dan keselamatan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Sunda, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan aparat dalam pengamanan kota.

“Mari sukseskan Milangkala Tatar Sunda dengan tertib, aman, dan penuh semangat budaya,” tutup imbauan tersebut.

Dengan skala kegiatan yang cukup besar, warga disarankan untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar terhindar dari kemacetan panjang di pusat Kota Garut.***

Ditulis oleh Kang Zey

Kasus Potong Rambut Siswi SMKN 2 Garut Memanas: Dewan Pendidikan Soroti KCD Wilayah XI, Oknum Guru Terancam Pidana