in

Pascapolemik Pangandaran, Aktivitas Korwil Sucinaraja Disebut Nyaris Lumpuh; Dinas Pendidikan Dipertanyakan

Foto: Suasana kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut, Senin, 17 Mei 2026.

Garutexpo.com – Polemik wisata rombongan kepala sekolah, operator sekolah, pengawas hingga penilik pendidikan Kecamatan Sucinaraja ke Pangandaran di tengah jam kerja masih terus menyisakan sorotan publik. Setelah sebelumnya menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, kini muncul keluhan baru terkait kondisi aktivitas di lingkungan Kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Sucinaraja yang disebut nyaris lumpuh dan minim pelayanan.

Sorotan tersebut muncul di tengah belum adanya kejelasan tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terkait polemik wisata yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat. Hingga kini, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Garut, Ai Sadidah, belum memberikan penjelasan resmi mengenai hasil evaluasi ataupun langkah pembinaan yang akan dilakukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media dari salah seorang guru sekolah dasar di Kecamatan Sucinaraja berinisial S, kondisi Kantor Korwil Pendidikan Sucinaraja saat ini disebut jauh berbeda dibanding biasanya. Aktivitas kantor dinilai sangat sepi dan kehadiran pegawai disebut minim.

“Sekarang suasana kantor Korwil seperti mati suri. Pengawas, penilik sampai staf jarang terlihat. Bukannya lebih disiplin setelah ramai diberitakan, malah terkesan makin sepi,” ujar S kepada awak media, Selasa (19/05/2026).

Ia mengungkapkan, pada Senin, 18 Mei 2026, kondisi kantor disebut hampir tanpa aktivitas berarti. Menurutnya, hanya terlihat satu staf P3K dan dua operator sekolah yang datang pada siang hari.

“Senin kemarin hampir kosong. Yang datang cuma satu staf P3K dan dua operator sekolah,” katanya.

Menurut S, kondisi tersebut sangat disayangkan karena terjadi di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap tata kelola pendidikan di Kecamatan Sucinaraja. Ia menilai lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menjadi salah satu penyebab kondisi tersebut terus berlangsung.

“Harusnya setelah jadi sorotan publik ada evaluasi besar dan disiplin kerja diperketat. Ini malah seperti dibiarkan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga Kecamatan Sucinaraja. Mereka mengaku prihatin melihat kondisi birokrasi pendidikan yang dinilai semakin tidak kondusif pasca mencuatnya polemik wisata Pangandaran.

“Sekarang terasa sekali bedanya. Kantor Korwil nyaris sepi, seperti tidak ada aktivitas pelayanan,” ujar seorang warga Sucinaraja.

Warga mendesak agar persoalan tersebut tidak hanya menjadi perhatian internal Dinas Pendidikan, tetapi juga melibatkan unsur pemerintahan lainnya, mulai dari Forkopimcam, DPRD Garut hingga Pemerintah Kabupaten Garut.

Mereka meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pendidikan di Kecamatan Sucinaraja, termasuk pengawasan terhadap aktivitas aparatur pendidikan.

“Kalau perlu diaudit sekalian. Jangan sampai pelayanan pendidikan terganggu karena persoalan seperti ini,” kata warga lainnya.

Di tengah berkembangnya berbagai spekulasi di masyarakat, hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terkait kondisi aktivitas Kantor Korwil Pendidikan Sucinaraja yang dikeluhkan sejumlah pihak.

Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah untuk menjawab keresahan masyarakat sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap pelayanan pendidikan di Kecamatan Sucinaraja.***

Ditulis oleh Kang Zey

Pengantin Pria Diciduk Saat Resepsi! DPO Curanmor di Garut Tak Berkutik Ketika Tim Sancang Menyamar di Antrean Foto