in

Kabid SD Disdik Garut Angkat Bicara Soal Polemik Kepsek, Operator hingga Pengawas ke Pangandaran Saat Jam Kerja

Foto: Kantor Baru Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

Garutexpo.com – Polemik perjalanan wisata rombongan kepala sekolah (kepsek), operator sekolah hingga pengawas sekolah ke Pangandaran saat hari kerja terus menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ai Sadidah, akhirnya angkat suara.

Ai Sadidah mengaku baru mengetahui polemik tersebut setelah membaca pemberitaan media yang ramai beredar dalam beberapa hari terakhir.

“Waalaikum salam, Alhamdulillah. Terkait yang dipertanyakan, saya baru tahu infonya dari media. Di kecamatan mana itu kang?” ujar Ai Sadidah saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Sabtu, 9 Mei 2026.

Meski demikian, Ai menyebut bahwa kegiatan wisata di luar jam kerja pada prinsipnya tidak menjadi persoalan. Namun pihaknya memastikan akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kalau di luar jam kerja sebenarnya tidak masalah, tapi nanti akan kami follow up dulu terkait informasi yang berkembang,” katanya.

Namun, hingga kini, Selasa 12 Mei 2026, Ai, belum memberikan respon hasil dari follow up tersebut.

Polemik ini sebelumnya mencuat setelah publik menyoroti adanya rombongan kepala sekolah, operator sekolah hingga pengawas dari salah satu kecamatan di Kabupaten Garut yang melakukan perjalanan wisata ke Pangandaran selama tiga hari dua malam.

Perjalanan tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan praktik “komitmen fee” pengadaan buku di sejumlah sekolah. Meski dugaan itu belum terbukti dan masih membutuhkan pendalaman, isu tersebut memantik perhatian luas karena menyangkut tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan pendidikan.

Situasi semakin memanas setelah salah seorang kepala sekolah yang disebut ikut dalam rombongan, Muchin S.Pd, menyampaikan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada media terkait suasana di tengah rombongan saat pemberitaan mulai mencuat pada Jumat (09/05/2026).

Dalam pesannya, Muchin menyebut perhatian sejumlah peserta rombongan sempat tertuju kepada seseorang yang tidak ikut dalam perjalanan.

“Pas dugi Pangandaran, pas berita muncul, semua tertuju ka Ade Awan anu ngalaporkeunana, margi Ade teu ngiring,” tulis Muchin kepada media.

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi baru di tengah polemik yang berkembang. Namun hingga kini belum ada bukti maupun klarifikasi resmi yang menguatkan dugaan tersebut.

Menanggapi pesan itu, wartawan yang menerima informasi memberikan jawaban singkat. “Ngirangan dosa atuh yang tertuduh…”

Kalimat tersebut dinilai sebagai pengingat agar persoalan tidak berkembang menjadi saling tuding tanpa dasar yang jelas, terlebih di tengah situasi yang masih dipenuhi dugaan dan belum ada kesimpulan resmi.

Sejumlah pemerhati kebijakan publik pun mengingatkan agar fokus polemik tidak bergeser hanya pada siapa yang diduga membocorkan informasi kepada media. Menurut mereka, substansi utama yang perlu dijawab adalah soal transparansi sumber pembiayaan perjalanan wisata tersebut.

Publik hingga kini masih menunggu penjelasan resmi mengenai apakah perjalanan wisata selama tiga hari dua malam itu murni kegiatan pribadi para peserta atau terdapat sumber pembiayaan lain yang berkaitan dengan aktivitas di lingkungan sekolah.

Sementara itu, pihak rombongan kepala sekolah, operator sekolah maupun pengawas sekolah hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi secara terbuka terkait polemik yang terus menjadi perhatian masyarakat tersebut.***

Ditulis oleh Kang Zey

Polemik Wisata Pangandaran Kepsek di Garut Makin Memanas, Muchsin Bungkam Saat Dikonfirmasi, Dugaan Tata Kelola BOS Ikut Disorot

Garut Siap Naik Kelas? Syakur Temui Mendes PDT, Program Desa Ekspor Mulai Disiapkan