in

Permintaan Maaf Komite SMKN 2 Garut Usai Insiden Disiplin Siswa, Evaluasi Besar-besaran Segera Digelar

Garutexpo.com – Polemik terkait insiden penertiban siswa di SMKN 2 Garut terus bergulir. Ketua Komite SMKN 2 Garut, Dedi Kurniawan, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua siswa yang terdampak kebijakan disiplin oleh guru Bimbingan dan Konseling (BP).

Dalam keterangannya, Dedi menegaskan bahwa pihak komite sangat menyesalkan kegaduhan yang terjadi dan berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh bersama pihak sekolah.

“Kami atas nama komite menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama kepada orang tua siswa yang anaknya terdampak. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Dedi kepada Garutexpo.com, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa untuk menilai apakah tindakan tersebut melanggar aturan atau tidak, perlu dilakukan penelusuran terhadap tata tertib (tatib) sekolah. Salah satu poin yang akan dikaji adalah apakah terdapat larangan terkait mewarnai rambut, baik bagi siswa laki-laki maupun perempuan.

“Kalau memang ada larangan, maka harus dilihat juga mekanisme pemberian sanksinya. Apakah sudah sesuai prosedur atau tidak. Tidak bisa serta-merta mengambil tindakan tanpa tahapan, misalnya memanggil orang tua atau memberikan kesempatan memperbaiki terlebih dahulu,” jelasnya.

Menurut Dedi, koordinasi internal sekolah juga menjadi sorotan penting, mulai dari guru BP, wali kelas, hingga jajaran manajemen seperti wakil kepala sekolah dan kepala sekolah.

“Sejauh mana koordinasi itu berjalan akan kami dalami dalam rapat. Termasuk apakah sudah ada SOP penertiban siswa yang jelas atau belum,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa rapat evaluasi menjadi langkah krusial guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Dedi juga menyinggung adanya kemungkinan tindakan yang dilakukan tanpa koordinasi atau bahkan pembiaran dalam sistem pengawasan.

“Evaluasi ini penting agar ke depan tidak ada lagi tindakan sepihak tanpa koordinasi dengan manajemen sekolah,” tegasnya.

Meski demikian, Dedi menilai bahwa secara umum niat guru yang bersangkutan adalah baik, yakni ingin membina siswa agar tumbuh dan berkembang secara wajar sebagai remaja.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan pesan kepada para siswa yang terdampak agar tetap semangat dan mampu mengambil hikmah dari peristiwa ini.

“Kami berharap para siswa tetap semangat, dan bisa saling memaafkan antara guru dan siswa. Ambil pelajaran baiknya untuk kedua belah pihak,” ucapnya.

Terkait kemungkinan adanya pelanggaran, Dedi menyebutkan bahwa pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme dan regulasi yang berlaku, khususnya jika menyangkut aspek kepegawaian guru sebagai ASN.

“Jika ada pelanggaran, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Kami menyerahkan kepada pembina kepegawaian. Namun yang terpenting, sekolah harus segera berbenah agar kejadian serupa tidak terulang,” tandasnya.***

Ditulis oleh Kang Zey

Berawal dari Rambut Kuning, Insiden di SMKN 2 Garut Melebar: Ini Penjelasan Lengkap Kepsek