Garutexpo.com – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kabupaten Garut. Salah satu putra daerah terbaik, Alan Muhtar, resmi meraih gelar doktor setelah sukses menyelesaikan program studi S3 di Universitas Islam Nusantara, Kamis, 30 April 2026 WIB.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi prestasi akademik semata, tetapi juga simbol dedikasi dan ketekunan di tengah padatnya tanggung jawab. Diketahui, selain aktif sebagai anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Alan juga menjabat sebagai pimpinan di Sekolah IQRO serta Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Garut.
Di tengah kesibukan tersebut, ia tetap mampu menuntaskan pendidikan doktoralnya dengan hasil yang membanggakan. Disertasi yang diusung pun dinilai strategis dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, yakni berjudul “Manajemen Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Madrasah.”
Melalui penelitian tersebut, Alan Muhtar menghadirkan gagasan penting terkait pengelolaan dana pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran, khususnya di lingkungan madrasah. Tema ini dinilai memiliki daya dorong besar dalam memperbaiki tata kelola pendidikan di tingkat akar rumput.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, H Nanang, menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian tersebut.
“Kami merasa bangga dan reueus, karena di tengah kesibukan beliau yang luar biasa, Alan Muhtar mampu menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan lancar. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi kami semua di Dewan Pendidikan,” ujar H.Nanang.
Ia juga berharap capaian ini menjadi energi baru bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Garut. Dengan bekal akademik yang semakin kuat, Alan Muhtar diyakini mampu memberikan kontribusi yang lebih tajam, berbasis riset, serta berdampak langsung terhadap kebijakan dan praktik pendidikan di lapangan.
“Semoga ilmu dan pengalaman yang beliau peroleh dapat menjadi cahaya bagi peningkatan kualitas pendidikan di Garut, khususnya dalam pengelolaan madrasah yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada mutu,” tambahnya.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi pesan kuat bagi para pendidik dan pemangku kebijakan bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Justru dari para pemimpin pendidikanlah, teladan tersebut harus terus hidup—menjadi inspirasi dan penggerak perubahan.
Hari ini, Garut tidak hanya menyambut seorang doktor baru, tetapi juga menyambut harapan baru bagi masa depan pendidikan yang lebih baik.***

