Garutexpo.com – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 1 Garut menjadi sorotan setelah sejumlah orang tua calon siswa mengaku menemukan kejanggalan dalam hasil seleksi jalur prestasi non-akademik. Mereka mempertanyakan perubahan status sejumlah peserta yang sebelumnya telah masuk dalam kuota penerimaan, namun pada pengumuman akhir justru dinyatakan tidak lolos.
Berdasarkan data penerimaan SPMB SMAN 1 Garut, sekolah menerima siswa melalui beberapa jalur, yakni prestasi akademik sebanyak 18 siswa, prestasi rapor 273 siswa, kejuaraan 16 siswa, dan prestasi non-akademik sebanyak 77 siswa. Jalur prestasi non-akademik diperuntukkan bagi peserta yang memiliki prestasi di bidang Tahfidz Al-Qur’an, seni budaya, olahraga, dan kepemimpinan.
Polemik muncul pada jalur prestasi non-akademik. Seluruh peserta telah mengikuti tahapan seleksi yang ditentukan, mulai dari pendaftaran, Uji Kompetensi SPMB, hingga uji kompetensi yang dilaksanakan pada 3 Juni 2026.
Salah seorang orang tua calon siswa berinisial LE mengungkapkan bahwa anaknya yang mendaftar melalui jalur prestasi non-akademik Tahfidz telah mengikuti seluruh tahapan seleksi dan berada dalam posisi aman untuk diterima.
Menurut LE, setelah pelaksanaan uji kompetensi dan pengumuman hasil Uji kompetensi SPMB pada 4 Juni 2026, posisi peserta masih dapat dipantau melalui dashboard SPMB. Saat itu, kuota jalur prestasi non-akademik yang berjumlah 77 kursi telah terisi sesuai hasil pemeringkatan yang ditampilkan sistem.
“Anak saya sudah mengikuti seluruh tahapan seleksi. Setelah uji kompetensi dan hasil Uji Kompetensi diumumkan, posisinya masih masuk dalam kuota penerimaan. Bahkan setelah rapat dewan guru dan rapat bersama KCD pada Kamis dan Jumat, tidak ada informasi yang menunjukkan adanya perubahan,” ujar LE kepada Garutexpo.com, Senin (8/6/2026).
Namun kejanggalan mulai muncul pada Sabtu siang, dua hari sebelum pengumuman kelulusan. Sekitar 18 peserta yang sebelumnya masih tercantum dalam kuota penerimaan mendapati status pada dashboard berubah menjadi “pendaftaran belum dikirim”.
Padahal, menurut LE, seluruh peserta tersebut telah menyelesaikan proses pendaftaran dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang dipersyaratkan.
“Yang membuat kami bingung, sekitar 18 peserta yang sebelumnya masih berada dalam kuota penerimaan tiba-tiba statusnya berubah menjadi ‘pendaftaran belum dikirim’. Padahal mereka sudah mendaftar, sudah mengikuti TKA, dan sudah mengikuti uji kompetensi. Anehnya, nama dan peringkat mereka masih tercantum dalam sistem,” katanya.
Perubahan status tersebut menimbulkan pertanyaan besar di kalangan orang tua peserta. Sebab, selama proses seleksi berlangsung, dashboard dapat dipantau secara real time dan menjadi rujukan peserta untuk melihat posisi peringkat masing-masing.
“Kalau memang alasannya sistem belum diperbarui, kenapa selama ini ranking peserta bisa berubah setiap hari dan dipantau secara langsung? Saat hasil Uji Kompetensi diumumkan, posisi anak saya masih masuk kuota. Lalu apa yang sebenarnya terjadi setelah itu?” ujarnya.
Menurut LE, persoalan semakin membingungkan ketika pada pengumuman akhir yang dilakukan pada Senin, seluruh peserta yang sebelumnya mengalami perubahan status tersebut dinyatakan tidak lolos.
Hal itu memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penetapan hasil akhir seleksi. Pasalnya, kuota jalur prestasi non-akademik berjumlah 77 kursi dan sebelumnya telah terisi berdasarkan hasil pemeringkatan yang ditampilkan sistem.
“Kami mempertanyakan siapa yang kemudian mengisi kursi dari 18 peserta yang dinyatakan tidak lolos tersebut. Sebab seluruh tahapan seleksi, termasuk uji kompetensi, sudah selesai dilaksanakan. Kalau ada peserta pengganti, dari mana dasar penetapannya?” tuturnya.
Selain itu, LE juga menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian penempatan peserta berdasarkan jalur seleksi. Menurutnya, terdapat peserta dari jalur akademik yang muncul pada kuota jalur prestasi non-akademik.
“Yang kami pertanyakan, ini kan jalur prestasi non-akademik. Kenapa ada peserta dari jalur akademik yang masuk ke kuota non-akademik? Padahal sebelumnya tidak ada. Seolah-olah terjadi salah penempatan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa dalam SPMB terdapat pemisahan jalur yang jelas, mulai dari prestasi akademik, prestasi non-akademik, kejuaraan, hingga jalur berbasis nilai rapor. Karena itu, menurutnya, setiap peserta seharusnya ditempatkan sesuai jalur seleksi yang diikuti.
Menurut LE, para orang tua telah berupaya meminta penjelasan kepada panitia SPMB mengenai perubahan data yang muncul pada dashboard. Namun hingga kini mereka mengaku belum memperoleh penjelasan yang rinci mengenai dasar perubahan tersebut.
“Saya sempat bertanya kepada panitia mengenai perubahan data yang muncul di dashboard. Tetapi tidak ada penjelasan yang rinci. Bahkan saat kami mencoba membuka kembali data tersebut, informasinya sudah tidak bisa diakses,” ujarnya.
Kekecewaan para orang tua semakin bertambah setelah mendapat informasi bahwa hasil seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Atas polemik tersebut, para orang tua berharap pihak SMAN 1 Garut, KCD Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, serta instansi terkait dapat memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai mekanisme perubahan status peserta, sistem pemeringkatan, serta dasar penetapan hasil akhir kelulusan.
Mereka menilai keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB dan memastikan seluruh proses berjalan secara adil, transparan, serta akuntabel.
“Kami hanya ingin ada penjelasan yang jelas. Jika memang ada perubahan, harus dijelaskan dasar dan mekanismenya agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa 18 peserta yang sebelumnya masuk kuota dan telah mengikuti seluruh tahapan seleksi tiba-tiba dinyatakan tidak lolos, serta siapa yang kemudian mengisi kursi yang ditinggalkan mereka,” pungkas LE.
Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN 1 Garut maupun KCD Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan sejumlah orang tua peserta SPMB tersebut.***


