Garutexpo.com – Suasana duka menyelimuti keluarga besar MTs Miftahul Ulum Cigedug setelah salah seorang siswinya dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berupa tadabur alam di kawasan Sungai Cihaniwang, Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Kamis (16/7/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Korban diketahui bernama Siti Jamilah, siswi kelas IX MTs Miftahul Ulum Cigedug, yang dinyatakan meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi kegiatan.
Berdasarkan laporan Kapolsek Cisurupan AKP Julius Siswantoro, S.E., kegiatan MPLS dimulai sejak pagi hari. Sekitar pukul 09.00 WIB, para peserta diberangkatkan dari MTs Miftahul Ulum menuju beberapa pos pembelajaran sebagai bagian dari rangkaian tadabur alam.
Selanjutnya, sekitar pukul 10.00 WIB, peserta MPLS berkumpul di lokasi Kampung Cibolang untuk mengikuti permainan, makan bersama, dan beristirahat. Setelah itu, sebagian siswa laki-laki berenang, sementara sejumlah siswi bermain air di sekitar lokasi.
Diduga saat berada di area kolam penampungan air milik Desa Cidatar dengan kedalaman sekitar 2,5 meter, korban tenggelam. Peristiwa tersebut kemudian mengundang kepanikan peserta dan pembina kegiatan.
Selain korban meninggal, sejumlah peserta lain yang berada di lokasi kegiatan antara lain Vina Maulida (15), Neti (14), Andin (13), Silva Ida (14), Dinda (14), Azlia (14), dan Uswatun (13). Mereka merupakan siswa-siswi MTs Miftahul Ulum Cigedug yang mengikuti kegiatan MPLS.
Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, yakni Ohim (45), Idad (32), Ade (62), dan Adang, yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Cisurupan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi, memeriksa kondisi korban di Klinik Cidatar, meminta keterangan para saksi, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Cisurupan AKP Julius Siswantoro memimpin langsung pengecekan TKP bersama anggotanya, di antaranya Aipda Dede Karmana, Aipda Try, Aipda Hilman, dan Bripka Bery.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya peristiwa tersebut, termasuk menelusuri kronologi dan aspek keselamatan dalam pelaksanaan kegiatan MPLS di lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keamanan dan pengawasan yang ketat dalam setiap kegiatan luar ruangan yang melibatkan peserta didik, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***

