in

Tokoh Garut Utara Soroti Arah Perjuangan CDOB GATRA: Jangan Hanya Angkat Figur, Fokus Kawal Kepentingan Masyarakat

Foto: H. Aas Kosasih, S.Ag., M.Si., Tokoh Masyarakat Garut Utara .

Garutexpo.com – Wacana pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Garut Utara (GATRA) kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, kritik datang dari tokoh masyarakat Garut Utara, H. Aas Kosasih, S.Ag., M.Si., yang mengingatkan agar perjuangan pemekaran daerah tidak hanya diwarnai pemberitaan yang berfokus pada pencitraan tokoh, tetapi juga mengangkat berbagai persoalan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Menurut Aas Kosasih, media maupun pihak yang terlibat dalam perjuangan CDOB GATRA sebaiknya menghadirkan informasi yang lebih berimbang dengan menyoroti berbagai isu pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah Garut Utara.

“Saya ingin menjadi penyeimbang pemberitaan CDOB GATRA agar tidak hanya muncul pemberitaan yang terkesan sebagai pencitraan seseorang. Akan lebih baik jika yang diangkat adalah persoalan-persoalan nyata yang dirasakan masyarakat,” tulis Aas Kosasih, Rabu, 15 Juli 2026.

Aas kemudian menyoroti sejumlah isu yang dinilai layak menjadi perhatian bersama.

Pertama, ia menyinggung kondisi Alun-alun Limbangan yang kini telah resmi dikelola Pemerintah Kabupaten Garut dan diserahterimakan kepada Kecamatan Limbangan. Menurutnya, proses tersebut tidak terlepas dari perjuangan para pemuda yang berhimpun dalam KNPI.

Ia mempertanyakan sejauh mana kontribusi organisasi maupun paguyuban yang memperjuangkan CDOB GATRA dalam mengawal proses tersebut.

Selain itu, Aas juga menyoroti pembangunan RSUD Limbangan yang berlokasi di Kampung Banen, Desa Limbangan Timur, Kecamatan Blubur Limbangan. Menurutnya, keberadaan rumah sakit tersebut sangat dinantikan masyarakat Garut Utara, sehingga perkembangan pembangunannya perlu terus mendapat perhatian.

Ia berharap perjuangan CDOB GATRA juga mampu mendorong pemerintah daerah memberikan kepastian terhadap pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

Tidak hanya itu, Aas turut menyoroti potensi besar Bendungan Copong di aliran Sungai Cimanuk. Menurutnya, bendungan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung sistem irigasi kawasan pertanian Garut Utara.

Jika pengelolaannya dioptimalkan, lanjutnya, Bendungan Copong diyakini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Potensi-potensi seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius dalam perjuangan CDOB GATRA. Jangan hanya berbicara soal figur, tetapi bagaimana mempersiapkan Garut Utara agar benar-benar siap menjadi daerah yang maju dan sejahtera apabila pemekaran terwujud,” katanya.

Sebagai putra daerah Limbangan, Aas menegaskan kritik yang disampaikannya bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Garut Utara.

Ia berharap seluruh elemen yang memperjuangkan pemekaran mampu mengedepankan semangat membangun daerah melalui gagasan, pengawasan terhadap pembangunan, serta penyampaian informasi yang objektif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Harapan saya sederhana, perjuangan CDOB GATRA benar-benar menjadi investasi bagi kemakmuran masyarakat Garut Utara. Semua yang saya sampaikan semata-mata karena rasa cinta kepada kampung halaman,” tandasnya.

Ditulis oleh Kang Zey

MPLS SMAN 1 Garut Tampil Beda! 380 Siswa Langsung Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Pendidikan Karakter Pancawaluya Jadi Prioritas

Honor Petugas Kebersihan Garut Disorot! Aktivis Minta Perbup Dievaluasi, Anggaran Rp17,4 Miliar Persampahan Diaudit