in

Sekolah Maung Garut Bikin Gebrakan! MPLS 2026 Fokus Bentuk Siswa Sehat, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era Digital

Garutexpo.com – SMAN 1 Garut atau yang dikenal sebagai Sekolah Maung menghadirkan gebrakan baru dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Tidak lagi sekadar mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, MPLS tahun ini dirancang sebagai wahana pembentukan karakter, peningkatan kesadaran kesehatan, hingga penguatan literasi digital untuk menghadapi tantangan zaman.

Sebanyak 380 peserta didik baru mengikuti rangkaian MPLS yang berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 21 Juli 2026. Berbagai materi disusun secara komprehensif mengacu pada konsep MPLS Pancawaluya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan tujuan membentuk generasi yang Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil serta tangguh).

Yang paling menarik perhatian dalam pelaksanaan MPLS tahun ini adalah adanya Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh peserta didik baru. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SMAN 1 Garut, Kementerian Kesehatan, dan Puskesmas Haurpanggung sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan siswa sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah.

Ketua Pelaksana MPLS SMAN 1 Garut, Herdy, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, MPLS tahun ini memiliki perubahan yang sangat baru. Sekarang mengusung konsep Pancawaluya dan juga berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis. Insya Allah kami sudah bekerja sama dengan Puskesmas Haurpanggung untuk pelaksanaannya,” ujarnya saat ditemui garutexpo.com, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Herdy, sekolah tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang sehat, mental yang kuat, serta karakter yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Yang lebih kami tekankan dalam MPLS sekarang adalah pendidikan karakter Pancawaluya. Nilai-nilai itu menjadi dasar agar anak-anak tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik,” katanya.

Materi MPLS Disusun Menjawab Tantangan Generasi Masa Kini

Pelaksanaan MPLS di Sekolah Maung disusun secara bertahap dengan materi yang relevan terhadap perkembangan dunia pendidikan dan tantangan kehidupan remaja.

Pada hari pertama, peserta didik dikenalkan kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, lingkungan sosial sekolah, asesmen sosial-emosional, asesmen numerasi, identifikasi bakat dan minat, pendidikan karakter Pancawaluya, kontrak belajar, hingga edukasi mengenai keadaban dan keamanan digital.

Hari kedua diisi dengan materi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pendidikan antikorupsi, permainan kolaboratif Bermain Sahabat Hebat, serta penguatan wawasan Wiyata Mandala sebagai bekal memahami budaya sekolah.

Memasuki hari ketiga, materi semakin beragam dan menyentuh isu-isu yang dekat dengan kehidupan remaja. Mulai dari bela negara dan wawasan kebangsaan, tata tertib lalu lintas, etika dan keselamatan berkendara, pencegahan penyalahgunaan narkotika dan NAPZA (P4GN), bahaya pergaulan negatif, dampak kecanduan gim online, literasi digital, pengenalan pembelajaran berbasis Deep Learning, delapan dimensi kompetensi lulusan, hingga penguatan budaya sekolah berbasis kekhasan daerah.

Pada hari keempat, perhatian difokuskan pada pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman melalui materi pencegahan perundungan (bullying), intoleransi, serta kekerasan seksual. Peserta didik juga dikenalkan dengan kurikulum sekolah, strategi belajar efektif, serta mengikuti asesmen akhir MPLS.

Sedangkan hari kelima menjadi penutup yang lebih atraktif melalui Expo Ekstrakurikuler, pentas seni, dan upacara penutupan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal berbagai organisasi dan kegiatan yang dapat mengembangkan bakat serta minat mereka selama bersekolah di SMAN 1 Garut.

Anti-Bullying Jadi Komitmen Bersama

Dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak, SMAN 1 Garut menjadikan materi pencegahan bullying sebagai salah satu agenda wajib dalam MPLS.

Menurut Herdy, materi tersebut telah menjadi bagian dari ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan harus dipahami oleh seluruh peserta didik baru.

“Materi bullying sudah kami masukkan karena memang menjadi bagian dari rundown kegiatan yang telah ditentukan oleh kementerian maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap seluruh peserta didik mampu membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.

Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

Dengan jumlah 380 peserta didik baru yang telah dibagi ke dalam rombongan belajar sesuai ketentuan, SMAN 1 Garut optimistis mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta siap menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global.

Di akhir penyampaiannya, Herdy berharap MPLS menjadi fondasi awal dalam membentuk lulusan Sekolah Maung yang sehat, berkarakter, disiplin, kreatif, dan mampu mengharumkan nama sekolah di berbagai bidang.

“Harapan kami, MPLS tahun ini berjalan lebih baik lagi. Anak-anak SMA Maung merupakan siswa-siswa pilihan yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik. Mudah-mudahan kami dapat membentuk generasi unggul yang berkarakter, berprestasi, dan mampu mengantarkan mereka menuju jenjang pendidikan maupun masa depan yang lebih baik,” tandasnya.

Ditulis oleh Kang Zey

MPLS Tak Sekadar Perkenalan! SMPN Satu Atap 1 Cibalong Gandeng Puskesmas Gelar Cek Kesehatan Gratis, Siswa Baru Jalani Skrining Fisik hingga Mental