in

Akun SPMB Diduga “Ditahan” SMKN 3 Garut, Orang Tua Murid Gagal Daftar ke Sekolah Pilihan, Minta Gubernur Jabar Turun Tangan

Garutexpo.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat kembali menuai sorotan. Kali ini, sejumlah orang tua calon siswa mengeluhkan akun pendaftaran anak mereka yang diduga masih tertahan dalam sistem setelah memilih SMKN 3 Garut, sehingga menghambat proses pendaftaran ke sekolah lain yang menjadi pilihan utama.

Salah seorang orang tua calon siswa berinisial AN mengaku kecewa karena anaknya yang memiliki prestasi akademik baik justru mengalami kendala administratif saat hendak menentukan sekolah tujuan.

Menurut AN, anaknya sempat mengikuti proses pendaftaran melalui SPMB dan memilih beberapa sekolah, termasuk SMKN 3 Garut. Hasil seleksi menunjukkan anaknya diterima di sejumlah sekolah yang dipilih.

“Anak kami memang memiliki nilai rapor yang baik, sehingga diterima di beberapa sekolah, salah satunya di SMKN 3 Garut,” ujar AN kepada awak media, Jumat, 20 Juni 2026.

Namun setelah mempertimbangkan berbagai faktor, anaknya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah lain yang dinilai lebih sesuai dengan minat dan rencana masa depannya. Sayangnya, keputusan tersebut tidak dapat segera direalisasikan karena akun pendaftaran masih terkunci dalam sistem.

“Kami ingin memilih sekolah lain, tetapi akun anak kami tidak bisa digunakan lagi karena masih terkunci. Akibatnya proses pendaftaran menjadi terlambat,” keluhnya.

Keluhan tersebut kemudian dikonfirmasi ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat. Berdasarkan informasi yang diterima, akun yang terkunci sebenarnya dapat direset oleh operator KCD maupun operator sekolah.

Namun saat ini, akun operator KCD XI Jawa Barat disebut tidak dapat melakukan reset karena aksesnya dinonaktifkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Akun KCD XI Jabar sedang nonaktif untuk mereset. Jadi tidak bisa melakukan reset karena kewenangan itu sedang dinonaktifkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi,” ujar petugas yang memberikan penjelasan kepada orang tua siswa.

Petugas tersebut juga menyebut bahwa operator sekolah memiliki kewenangan untuk menolak atau mengeluarkan akun calon siswa dari sistem sehingga akun tersebut dapat kembali aktif dan digunakan untuk mendaftar ke sekolah lain.

“Oleh operator sekolah bisa ditolak sehingga akun anak bapak dan ibu aktif kembali untuk mendaftar,” jelasnya.

Berbekal informasi tersebut, orang tua siswa bersama awak media mendatangi SMKN 3 Garut untuk meminta penjelasan sekaligus memohon agar akun calon siswa dikeluarkan dari sistem. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Saat ditemui di lingkungan sekolah, operator sekolah berinisial A enggan memberikan keterangan.

“Untuk apa bapak wawancara saya? Saya tidak mau diwawancara pak, banyak kerjaan. Untuk apa bapak tanya nama saya?” ujar operator tersebut.

Respons tersebut semakin menambah kekecewaan orang tua siswa yang berharap adanya solusi cepat atas persoalan yang dihadapi anak mereka.

Mereka menilai pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam proses SPMB yang menyangkut masa depan pendidikan siswa, seharusnya dilakukan secara profesional dan responsif.

“Kami hanya ingin anak kami bisa melanjutkan pendaftaran ke sekolah yang dipilih. Jangan sampai karena persoalan administratif seperti ini masa depan anak menjadi korban,” ungkap AN.

Para orang tua juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme SPMB, khususnya terkait sistem penguncian akun, kewenangan reset data, serta penanganan pengaduan masyarakat agar tidak menimbulkan kerugian bagi calon peserta didik.

Selain itu, mereka meminta adanya pemeriksaan terhadap pelayanan yang diberikan pihak sekolah dalam menangani keluhan masyarakat.

“Kami berharap Pak Gubernur Jawa Barat turun tangan mengevaluasi persoalan ini. Jangan sampai pelayanan yang buruk merugikan hak pendidikan anak-anak. Kami meminta ada tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pelayanan publik,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 3 Garut maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan akun SPMB yang disebut masih terkunci dan menghambat proses pendaftaran calon siswa ke sekolah lain.***

Ditulis oleh Kang Zey

Tes Rahasia Penentu Karier ASN Garut Dimulai, Bupati Syakur: Hasilnya Bisa Mengubah Masa Depan Anda

Gerobak Tahu Bulat yang Biasa Mangkal di Pinggir Jalan Ternyata Simpan Rahasia Besar, Polisi Garut Temukan 23 Paket Tembakau Sintetis