Garutexpo.com – Garut kembali mencuri perhatian dunia melalui penyelenggaraan Garut International Kite Festival 2026. Festival layang-layang berskala internasional yang digelar di kawasan kaki Gunung Papandayan ini bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Garut sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni dan budaya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat menghadiri acara Welcome Dinner Garut International Kite Festival 2026 di Cisurupan, Rabu (29/7/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta internasional, peserta nasional, panitia, sponsor, serta tamu kehormatan yang telah datang dari berbagai daerah dan negara untuk mengikuti festival tersebut.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Garut, saya menyampaikan salam hangat dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta layang-layang internasional, peserta nasional, panitia, sponsor, serta para tamu kehormatan yang telah datang dari berbagai daerah dan negara,” ujar Syakur.
Menurutnya, Kabupaten Garut merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah festival internasional yang berlangsung di kawasan Cisurupan, tepatnya di kaki Gunung Papandayan yang terkenal dengan panorama alamnya yang memukau, udara pegunungan yang sejuk, kekayaan hayati, serta keramahan masyarakatnya.
Ia berharap para peserta tidak hanya menikmati perlombaan dan rangkaian kegiatan festival, tetapi juga mengenal lebih dekat budaya, tradisi, kuliner, serta berbagai destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Garut.
Bupati Syakur menegaskan bahwa layang-layang memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar permainan atau olahraga. Layang-layang merupakan simbol kebebasan, kreativitas, persahabatan, dan harapan yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai bangsa.
“Layang-layang mengingatkan kita bahwa meskipun berasal dari negara, budaya, dan bahasa yang berbeda, kita semua berbagi langit yang sama. Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan seni layang-layang, tetapi juga semangat persahabatan internasional, pertukaran budaya, perdamaian, dan saling menghormati,” tuturnya.
Lebih lanjut, Syakur memaparkan bahwa Garut memiliki berbagai potensi unggulan yang layak diperkenalkan kepada dunia. Mulai dari keindahan alam pegunungan dan pantai, hasil pertanian, industri kreatif, kuliner khas, kerajinan tangan, hingga beragam destinasi wisata yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia optimistis penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional seperti Garut International Kite Festival akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan, memperkuat perekonomian lokal, memberdayakan masyarakat, sekaligus meningkatkan citra Kabupaten Garut di tingkat internasional.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, masyarakat, instansi pemerintah, aparat keamanan, sponsor, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga festival dapat terselenggara dengan baik.
Ia berharap seluruh peserta memperoleh pengalaman yang berkesan selama berada di Garut dan ikut menjadi duta promosi yang memperkenalkan keindahan serta keramahan Kabupaten Garut kepada masyarakat dunia.
Menutup sambutannya, Syakur mengajak seluruh peserta menjadikan Garut International Kite Festival sebagai simbol persatuan dan kerja sama lintas negara.
“Semoga festival ini semakin mempererat persahabatan antarbangsa dan menginspirasi kita untuk terus bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian, keharmonisan, dan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan latar megah Gunung Papandayan dan semangat persaudaraan yang terbang tinggi bersama layang-layang dari berbagai penjuru dunia, Garut International Kite Festival 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda internasional yang mampu mengangkat nama Kabupaten Garut sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.


