Garutexpo.com – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut kini menghadapi tahapan penting yang dapat memengaruhi perjalanan karier mereka di masa depan. Melalui Penilaian Kompetensi dan Potensi ASN Tahun 2026, Pemkab Garut mulai menerapkan sistem manajemen talenta yang lebih transparan, objektif, dan berbasis kemampuan nyata.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Laboratorium Kampus 4 Universitas Garut, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (18/6/2026).
Penilaian dilakukan menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT), sebuah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mengukur kompetensi dan potensi ASN secara lebih akurat dan terukur. Hasil tes tersebut nantinya akan menjadi bagian penting dalam pemetaan kualitas sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menegaskan bahwa setiap ASN memiliki dua indikator utama yang menjadi ukuran kapasitasnya, yakni kinerja dan potensi. Kedua aspek tersebut akan menjadi dasar dalam proses pengembangan karier aparatur ke depan.
“Hari ini Bapak Ibu akan mengikuti tes yang nanti nilainya akan dimasukkan ke dalam nilai kompetensi dan potensi,” ujar Syakur di hadapan para peserta.
Menurutnya, sistem ini dirancang untuk menghilangkan praktik-praktik yang tidak objektif dalam pengembangan karier ASN. Pemerintah Kabupaten Garut ingin memastikan bahwa setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kemampuan dan prestasinya.
“Ini akan menentukan terhadap karier ke depan. Kenapa? Karena kami ingin membuat proses manajemen talenta menjadi sangat transparan,” tegasnya.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan penilaian dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan kemampuan terbaik. Pasalnya, hasil yang diperoleh akan menjadi salah satu referensi utama dalam penyusunan peta talenta ASN, termasuk dalam perencanaan promosi, mutasi, hingga pengembangan kapasitas pegawai.
Lebih lanjut, Syakur menuturkan bahwa penerapan manajemen talenta merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Garut. Melalui sistem ini, pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan diharapkan menjadi lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.
“Hasil tes ini diharapkan dapat menggambarkan secara objektif kemampuan ASN kita, sehingga kebijakan pengembangan karier benar-benar didasarkan pada kompetensi, potensi, dan kinerja,” katanya.
Program penilaian kompetensi dan potensi ASN tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Garut dalam menyiapkan aparatur yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks di era modern.
Dengan sistem yang semakin terbuka dan berbasis merit, masa depan karier ASN di Kabupaten Garut kini tidak hanya ditentukan oleh masa kerja, tetapi juga oleh kemampuan dan potensi yang dimiliki masing-masing pegawai.(*)


