in

Ngeri! Siswa SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Timah Bersarang di Bola Mata

Foto: Siswa SMA yang Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Timah Bersarang di Bola Mata./Dok Keluarga Korban.

Garutexpo.com — Peristiwa memilukan dialami seorang siswa SMA asal Kabupaten Garut, Pazwa Pahaludin (15). Saat tengah berlibur bersama teman-temannya di sebuah vila di wilayah Sukawening, Kabupaten Garut, korban diduga menjadi sasaran tembakan senjata jenis airgun hingga menyebabkan bola mata kirinya mengalami cedera serius.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (26/9/2026). Keluarga korban baru mengetahui bahwa luka pada mata Pazwa diduga akibat tembakan setelah dilakukan pemeriksaan medis dan ditemukan benda asing berbahan logam yang tertanam di bagian mata.

Ibu korban, Fitri Setiwati, mengatakan pada awalnya anaknya tidak mengaku telah terkena tembakan. Kepada keluarga, Pazwa justru menyebut matanya mengalami luka karena terkena bola.

“Awalnya enggak ngaku. Tapi setelah diperiksa dokter ternyata ada benda asing berbentuk bulat, yang belakangan kami tahu itu peluru,” ujar Fitri, Senin (4/10/2026).

Menurut Fitri, hasil pemeriksaan menggunakan rontgen menunjukkan adanya benda berbahan logam di dalam mata korban. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan hasil tersebut.

“Dokter sampai alat scannya diganti karena takut kotor, ternyata memang ada benda,” ungkapnya.

Meski telah menjalani pemeriksaan, korban saat itu masih mengatakan kepada keluarga bahwa matanya terkena bola.

Namun, setelah diminta beristirahat oleh dokter, korban kemudian berbisik kepada ibunya dan meminta agar kasus yang dialaminya diperiksa lebih lanjut, termasuk dilakukan visum.

“Dia nangis ke saya, memeluk saya, tapi dia enggak jawab bahwa dia kena tembakan,” tutur Fitri.

Situasi kemudian berubah ketika ayah korban tiba di rumah sakit dan berbicara langsung dengan Pazwa. Kepada ayahnya, korban akhirnya mengungkap bahwa cedera pada matanya bukan akibat terkena bola plastik.

Korban mengaku matanya terkena tembakan yang diduga dilakukan oleh seseorang yang dikenalnya, berinisial H.

Diduga Ditembak Saat Berlibur di Vila

Fitri menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diterima keluarga dari korban dan sejumlah saksi, peristiwa tersebut terjadi ketika Pazwa bersama sejumlah teman sekolahnya sedang berlibur di sebuah vila di wilayah Sukawening.

Terduga pelaku berinisial H disebut datang ketika kegiatan para siswa tersebut sedang berlangsung.

“Katanya anak saya habis renang, terus tiba-tiba datanglah inisial H itu,” kata Fitri.

Berdasarkan keterangan saksi yang diterima keluarga, H kemudian naik ke lantai atas dan mengeluarkan senjata.

Senjata tersebut disebut sempat diarahkan dan ditembakkan ke arah bawah sebelum kemudian kembali diarahkan ke arah korban.

“Teman anak saya yang saksi, dia langsung melakukan lagi, terus mengarahkan senjata itu ke anak saya sampai kena ke bola mata anak saya,” ungkap Fitri.

Akibat kejadian tersebut, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya peluru timah yang bersarang di bagian mata kiri korban.

Saat ini, korban masih menjalani penanganan medis dan disebut tengah menunggu jadwal operasi untuk mengeluarkan benda asing yang tertanam di matanya.

Polisi Turun Tangan

Kasus tersebut telah dilaporkan keluarga korban kepada pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polres Garut AKP Herman Saputra membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti kronologi, pihak yang terlibat, serta jenis senjata yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

“Sedang dalam penyelidikan,” ujar Herman.

Pihak keluarga berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara serius dan transparan sehingga peristiwa yang menyebabkan korban mengalami cedera pada bagian vital tersebut dapat segera terungkap.

Terlebih, korban masih berusia 15 tahun dan saat ini harus menjalani perawatan akibat benda logam yang bersarang di bagian mata.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Identitas dan peran pihak yang disebut dalam laporan tersebut juga masih perlu dibuktikan melalui proses hukum.(Awis)

Ditulis oleh Kang Zey

FPPG: IPAL Dapur SPPG Tak Sesuai Standar, Satgas MBG Diminta Hentikan Operasional Sementara