Garutexpo.com – Warga Kampung Mekarbakti, Pancasura, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, digegerkan oleh penemuan jasad seorang perempuan lanjut usia bernama Ibu Omah, Rabu (28/10/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan mengambang di kawasan Leuwi Nini, Singajaya.
Penemuan tersebut menyita perhatian warga, terlebih korban sebelumnya dikabarkan hilang sejak sehari sebelum jasadnya ditemukan.
Berdasarkan keterangan salah seorang anggota keluarga, Ibu Omah sempat dinyatakan hilang dan informasi mengenai keberadaannya telah disebarluaskan melalui media sosial sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa (27/10/2026).
Keluarga berharap korban segera ditemukan. Namun, kabar duka justru datang setelah Ibu Omah ditemukan meninggal dunia.
“Sejak kemarin korban sudah dinyatakan hilang. Informasinya juga telah diumumkan melalui media sosial sekitar pukul 17.00 WIB,” ungkap salah seorang anggota keluarga korban.
Menurut keterangan keluarga, jasad Ibu Omah ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Leuwi Nini. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian meminta bantuan petugas untuk menangani penemuan jasad itu.
Penyebab Kematian Masih Didalami
Hingga berita ini ditulis, penyebab kematian Ibu Omah belum diketahui secara pasti. Pihak keluarga mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari petugas yang menangani perkara tersebut.
Jasad korban kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna membantu memastikan penyebab kematiannya.
Keluarga berharap proses pemeriksaan dapat memberikan kejelasan mengenai peristiwa yang merenggut nyawa Ibu Omah. Belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan apakah kematian korban berkaitan dengan unsur kecelakaan atau faktor lainnya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban sebelum hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang disampaikan.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi perhatian warga di wilayah Singajaya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.(Acep)

