in

Bukan Sekadar Santri, Aqila Qonita Bikin Garut Bangga! Juara 1 Olimpiade Biologi Nasional

Garutexpo.com — Nama Kabupaten Garut kembali harum di tingkat nasional. Kali ini, kebanggaan tersebut datang dari seorang santriwati MTs Persis 76 Tarogong, Aqila Qonita Nufaisa, yang sukses meraih Juara 1 Olimpiade Biologi Indonesia (OBI) tingkat nasional.

Aqila berhasil berdiri di podium tertinggi setelah melewati persaingan ketat dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang bergengsi tersebut digelar di Kampus UPI Bumi Siliwangi, Kota Bandung, pada 2–3 Oktober 2026.

Perjalanan Aqila menuju gelar juara nasional dimulai dari babak penyisihan yang berlangsung pada 12 September 2026. Sebanyak 131 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Persaingan semakin ketat setelah panitia menyaring peserta terbaik. Hanya 40 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan kompetisi di Kampus UPI Bumi Siliwangi, Gedung FMIFA, pada 2 dan 3 Oktober 2026.

Di tengah ketatnya persaingan tersebut, Aqila mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hasilnya, santriwati asal Garut itu berhasil mengamankan posisi pertama dan menyandang predikat Juara 1 Olimpiade Biologi Indonesia tingkat nasional.

Prestasi tersebut langsung mendapat apresiasi dari pihak sekolah.

Kepala MTs Persis 76 Tarogong, Ust. Isep Syaepudin, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas pencapaian yang diraih Aqila.

“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ananda Aqila yang telah berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Biologi Indonesia (OBI) tingkat nasional,” ujar Isep, didampingi Waka Kesiswaan MTs Rofiqly Taufik dan Guru Pembimbing Ai Siti Rohimah, Senin (5/10/2026).

Menurut Isep, keberhasilan Aqila bukan sekadar soal mendapatkan piala atau menyandang predikat juara. Di balik prestasi tersebut terdapat proses panjang yang diwarnai kerja keras, ketekunan, semangat belajar, serta keberanian untuk memberikan kemampuan terbaik.

“Keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang menjadi juara, tetapi merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, semangat belajar, serta keberanian untuk memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Isep berharap capaian Aqila menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih besar. Ia juga mendorong Aqila agar terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti belajar setelah meraih kemenangan.

Tak hanya bagi Aqila, prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh santri MTs Persis Tarogong untuk berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan tampil dalam berbagai kompetisi.

Bagi dunia pendidikan Garut, keberhasilan Aqila menjadi bukti bahwa santri tidak hanya mampu berprestasi di bidang keagamaan, tetapi juga dapat bersaing dalam bidang sains di tingkat nasional.

“Prestasi Aqila dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri MTs Pesantren Persis Tarogong untuk terus mengembangkan potensi dan mengukir prestasi di berbagai bidang,” kata Isep.

Ia pun berpesan agar Aqila menjadikan prestasi tersebut sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.

“Teruslah melangkah, jadikan prestasi hari ini sebagai awal dari pencapaian-pencapaian besar di masa depan,” pungkasnya.

Dari Tarogong untuk Indonesia, Aqila telah membuktikan bahwa kerja keras dan keberanian berkompetisi mampu mengantarkan seorang santriwati Garut ke podium tertinggi nasional.

Sumber: Republika.co.id.

Ditulis oleh Kang Zey

Alarm Motor Berbunyi di Tengah Malam, Warga dan Polisi Kejar Pelaku Curanmor di Cibatu, Satu Orang Diamankan