in

783 Kontingen Garut Siap Tempur di Porprov Jabar XV 2026! Anggaran Terbatas, Target Prestasi Tak Boleh Kandas

Para atlet Kabupaten Garut untuk Porprov Jawa Barat.

Garutexpo.com – Semangat pantang menyerah menjadi modal utama Kabupaten Garut dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026. Sebanyak 783 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial resmi dilepas untuk membawa nama Garut ke panggung olahraga tingkat provinsi.

Pelepasan kontingen dipimpin langsung Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, dalam Apel Gabungan di Lapangan Apel Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (26/10/2026).

Dengan mengusung tema “Garut Hebat, Teuneung Ludeung, Manjing Jawara”, kontingen Garut membawa misi besar: membuktikan bahwa keterbatasan fiskal bukan alasan untuk berhenti berjuang dan mengejar prestasi.

Jumlah kontingen tahun ini disebut menjadi yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, besarnya rombongan bukan sekadar soal angka. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana para atlet mampu menerjemahkan persiapan, disiplin, dan kerja keras menjadi prestasi nyata di arena pertandingan.

Bupati: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan untuk Menyerah

Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa para atlet yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Garut yang diharapkan mampu bersaing di tingkat Jawa Barat.

Ia mengakui bahwa keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh memadamkan semangat para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Kita mengirimkan tim terbaik yang dimiliki Kabupaten Garut untuk bisa bertahan di provinsi. Di balik keterbatasan fiskal yang menjadi masalah, itu tidak menutup kemungkinan bagi anak-anak kita untuk berangkat dan tetap menunjukkan sikap mental pantang menyerah khas orang Garut,” tegas Syakur.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa perjuangan kontingen Garut tidak hanya bertumpu pada dukungan anggaran, tetapi juga pada mentalitas, kedisiplinan, dan kesungguhan seluruh atlet dalam menghadapi persaingan.

Bupati juga meminta para atlet menjaga kehormatan daerah dan membuktikan bahwa mereka mampu tampil membanggakan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

“Anda adalah orang-orang yang mewakili Garut. Dengan segala keterbatasan, Anda bisa menunjukkan prestasi yang sangat baik,” pesannya.

Bukan Sekadar Medali, Olahraga Diharapkan Menggerakkan Ekonomi

Syakur menegaskan bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Garut terhadap olahraga tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian prestasi di arena pertandingan.

Menurutnya, kegiatan olahraga juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor lain, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian daerah.

“Ini semata-mata juga untuk mendorong perekonomian di Kabupaten Garut. Kami, Pemerintah Kabupaten Garut, sangat peduli (aware) terhadap kegiatan-kegiatan olahraga. Diharapkan memberikan dampak positif pada bidang lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menempatkan Porprov sebagai momentum yang tidak hanya menguji kemampuan atlet, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi melalui kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan berbagai aktivitas pendukung olahraga.

Meski demikian, dampak ekonomi tersebut tentu perlu ditopang oleh pengelolaan kegiatan yang efektif agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

Wabup Putri Karlina Optimistis Garut Mampu Bersaing

Optimisme juga disampaikan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina. Ia menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan kontingen Garut untuk bersaing dengan atlet-atlet dari kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.

Putri berharap para atlet dapat tampil maksimal, menjaga kekompakan, dan membawa pulang medali untuk Kabupaten Garut.

“Saya optimis dengan kemampuan kontingen Kabupaten Garut yang mampu bersaing di tingkat provinsi. Saya pribadi tidak terlalu banyak ikut campur di pelatihannya, cuma bisa mendoakan dan berharap anak-anak ini berprestasi membawa pulang medali,” ujar Putri.

Dukungan moral dari pimpinan daerah tersebut diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi para atlet yang akan menghadapi persaingan di berbagai cabang olahraga.

Kini, harapan masyarakat Garut bertumpu pada kerja keras para atlet, ketepatan strategi pelatih, serta kesiapan seluruh tim untuk menghadapi pertandingan demi pertandingan.

KONI Garut: Persiapan Teknis Sudah Dilaksanakan

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut, Subhan Rohmansyah, menyampaikan bahwa persiapan teknis telah dilaksanakan, termasuk melalui program pemusatan latihan atau training center.

Menurut Subhan, koordinasi juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan layanan kesehatan bagi para atlet selama mengikuti kompetisi.

Dukungan layanan kesehatan dikoordinasikan dengan RSU dr. Slamet, RS Nurhayati, dan RS Rotinsulu.

“Secara teknis, termasuk pemusatan latihan (training center), telah kita laksanakan. Insyaallah, kita tinggal bertanding,” tegas Subhan.

Kesiapan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi kontingen Garut. Sebab, persaingan di Porprov bukan hanya menuntut kemampuan individu, tetapi juga kesiapan fisik, ketahanan mental, strategi pertandingan, dan dukungan tim yang solid.

Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan secara simbolis perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para atlet sebagai bagian dari perhatian terhadap perlindungan mereka selama menjalankan aktivitas olahraga.

526 Atlet, 53 Cabang Olahraga: Garut Hadapi Persaingan Luas

Berdasarkan data kontingen yang disampaikan KONI Kabupaten Garut, komposisi peserta terdiri atas 526 atlet serta 257 pelatih dan ofisial, sehingga total keseluruhan mencapai 783 orang.

Garut dijadwalkan mengikuti 53 dari 68 cabang olahraga, 66 dari 95 disiplin, serta 396 dari 1.156 nomor pertandingan.

Porprov Jawa Barat XV 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026, sementara babak pendahuluan dimulai pada 27 Oktober 2026.

Cakupan keikutsertaan tersebut menunjukkan bahwa perjuangan Garut tersebar di berbagai cabang olahraga. Setiap atlet akan menghadapi tantangan berbeda, dengan target yang sama: tampil maksimal dan memperjuangkan prestasi bagi daerah.

Dengan jumlah atlet yang besar, koordinasi antara KONI, pelatih, ofisial, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk memastikan persiapan berjalan sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Pembuktian di Arena, Bukan Hanya Saat Pelepasan

Pelepasan kontingen menjadi awal dari perjuangan panjang yang akan diuji langsung di arena pertandingan. Dukungan dan optimisme pemerintah daerah perlu berjalan seiring dengan kesiapan teknis, pendampingan atlet, perlindungan keselamatan, serta evaluasi hasil pertandingan.

Bagi Kabupaten Garut, Porprov Jawa Barat XV 2026 menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan pembinaan olahraga sekaligus melihat sejauh mana potensi atlet lokal mampu bersaing di tingkat provinsi.

Anggaran boleh terbatas, tetapi perjuangan tidak boleh setengah-setengah. Sebanyak 526 atlet kini memikul harapan untuk memberikan hasil terbaik, sementara pelatih dan ofisial memiliki tanggung jawab memastikan setiap peluang dapat diperjuangkan secara maksimal.

Masyarakat Garut tentu menantikan lebih dari sekadar seremoni pelepasan. Mereka menunggu pembuktian berupa penampilan membanggakan, perjuangan tanpa menyerah, dan medali yang mampu mengharumkan nama daerah.

Kini, saatnya slogan “Garut Hebat, Teuneung Ludeung, Manjing Jawara” diuji di gelanggang Porprov Jawa Barat XV 2026.

Garut berangkat membawa harapan. Prestasi akan ditentukan oleh perjuangan nyata di lapangan.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Investasi Kesehatan di Garut Tembus Rp100 Miliar Lebih! CMU RSUD dr. Slamet Dibidik 2027, RS Rotinsulu Berpotensi Miliki 400 Tempat Tidur