Garutexpo.com — Mantan Bupati Garut ke-26, Dr. H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., M.P., menjajal langsung becak listrik yang merupakan bagian dari program bantuan Presiden Prabowo Subianto. Dengan wajah tersenyum, Rudy berkeliling menggunakan kendaraan tersebut di kawasan Kota Garut, Sabtu (3/10/2026).
Usai mencoba secara langsung, Rudy mengaku nyaman menggunakan becak listrik. Menurutnya, inovasi transportasi tersebut berpotensi memberikan manfaat nyata bagi para pengayuh becak, terutama mereka yang telah berusia lanjut dan selama ini harus mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.
“Becak listrik ini nyaman. Ini menjadi momentum dan inovasi transportasi yang bisa membantu para pengayuh becak, khususnya mereka yang sudah lanjut usia,” ujar Rudy.
Program Presiden Prabowo, 260 Becak Listrik Disalurkan di Garut
Rudy menilai kehadiran becak listrik merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat kecil, khususnya para pengemudi becak yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari jasa transportasi tradisional.
Penggunaan tenaga listrik dinilai dapat meringankan beban fisik pengemudi karena mereka tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga kayuhan seperti pada becak konvensional.
Di Kabupaten Garut, sebanyak 260 unit becak listrik telah disalurkan secara gratis kepada para pengemudi becak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas mereka sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam bekerja.
Bagi para pengayuh becak, perubahan ini bukan sekadar pergantian kendaraan, melainkan juga peluang untuk menjalankan pekerjaan dengan lebih ringan di tengah tantangan ekonomi sehari-hari.
Namun, agar manfaatnya berkelanjutan, dukungan terhadap operasional, perawatan, dan pengelolaan becak listrik juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Rudy Usulkan Pangkalan Becak Listrik di Stasiun hingga Cipanas
Tak hanya menyoroti manfaatnya bagi pengayuh becak, Rudy juga melihat peluang besar untuk mengembangkan becak listrik sebagai sarana transportasi wisata di Kabupaten Garut.
Ia mengusulkan agar keberadaan becak listrik ditunjang dengan pangkalan khusus di sejumlah titik strategis, terutama di sekitar Stasiun Kereta Api Garut dan kawasan wisata Cipanas.
Menurutnya, lokasi tersebut berpotensi menjadi titik layanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan transportasi untuk menjangkau berbagai tujuan di kawasan perkotaan dan wisata.
Jika dikelola secara terencana, becak listrik dapat menjadi alternatif transportasi yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Selain itu, keberadaannya berpotensi memperkuat daya tarik transportasi tradisional Garut yang dipadukan dengan teknologi modern.
Gagasan tersebut juga membuka peluang agar para pengemudi becak tidak hanya bergantung pada penumpang harian, tetapi dapat mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sektor pariwisata.
Jangan Berhenti pada Bantuan, Harus Berdampak bagi Masyarakat
Kehadiran 260 unit becak listrik di Garut menjadi peluang untuk mendorong transformasi transportasi rakyat. Akan tetapi, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah kendaraan yang disalurkan.
Penataan pangkalan, kemudahan pengisian daya, perawatan kendaraan, serta pengaturan layanan di kawasan strategis perlu menjadi perhatian agar bantuan tersebut benar-benar produktif dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dengan pengelolaan yang tepat, becak listrik berpotensi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pengemudi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata daerah.
Usulan Rudy Gunawan mengenai pangkalan becak listrik di sekitar stasiun dan kawasan Cipanas pun dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan transportasi wisata yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Kini, tantangannya adalah bagaimana menjadikan bantuan becak listrik tersebut bukan sekadar program penyaluran kendaraan, melainkan peluang nyata untuk memperkuat ekonomi rakyat dan menghadirkan wajah baru transportasi wisata Kabupaten Garut.(Acep)

