GARUTEXPO– Sebuah kejadian kontroversial mengenai penutupan akses jalan gang warga oleh seorang calon legislator (caleg) yang diduga kalah dalam pemilihan umum, memicu perhatian di Desa Kersamanah, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut. Polsek Cibatu Polres Garut bersama Muspika setempat terjun langsung melakukan mediasi, Kamis, 29 Februari 2024.
Kapolres Garut, AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cibatu, AKP Misno Winoto, mengungkapkan bahwa kejadian kontroversial tersebut, yang menjadi perbincangan hangat di media sosial beberapa hari lalu, telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Namun, belum ditemukan solusi yang memuaskan.
“Kami bersama Muspika Kersamanah melakukan mediasi antara pemilik tanah/caleg dan tokoh masyarakat setempat untuk mencapai solusi yang terbaik,” ungkap AKP Misno.
Dalam proses mediasi, caleg tersebut menyatakan bahwa penutupan akses jalan bukanlah untuk maksud meminta ganti rugi, melainkan sebagai upaya mendidik warga tentang tujuan pencalonannya dan aspirasinya untuk memajukan daerah jika terpilih.
Di hadapan warga dan Muspika Kersamanah beserta Polsek Cibatu, caleg tersebut bersedia membuka kembali akses jalan yang ditutupnya. Ia berjanji untuk lebih aktif berkomunikasi dengan warga, didukung oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat.
Caleg tersebut juga menyampaikan permintaan maaf atas keresahan yang ditimbulkan oleh tindakannya, sambil mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusinya bagi masyarakat setempat.(*)