in

252 Ribu Warga Garut Masih Hidup dalam Kemiskinan, Bupati Syakur Kerahkan Seluruh Pilar Sosial Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Foto: Foto: Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat memimpin Rapat Koordinasi Sinergitas Pilar-Pilar Sosial terhadap Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Aula Dinas Sosial Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (20/7/2026).

Garutexpo.com – Sebanyak 252.520 jiwa atau 9,39 persen dari total penduduk Kabupaten Garut masih hidup dalam kategori miskin. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang kini mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Garut melalui penguatan sinergi lintas sektoral untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat memimpin Rapat Koordinasi Sinergitas Pilar-Pilar Sosial terhadap Pengentasan Kemiskinan Ekstrem yang digelar di Aula Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (20/7/2026).

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut merupakan langkah nyata pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyatukan langkah untuk menurunkan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut.

“Ini adalah solusi yang khusus, yang dibuatkan teruntuk orang-orang yang khusus,” tegas Abdusy Syakur Amin.

Bupati menjelaskan, tantangan pengentasan kemiskinan di Garut tidaklah ringan. Selain memiliki wilayah yang luas, Kabupaten Garut juga dihuni sekitar 2,8 juta jiwa, menjadikannya sebagai kabupaten terluas ketiga di Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat persoalan sosial dan ekonomi masyarakat semakin kompleks.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen terus melakukan berbagai intervensi melalui program-program yang terintegrasi agar angka kemiskinan terus menurun.

“Oleh sebab itu, kami akan terus melakukan intervensi dan upaya pengentasan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut guna menciptakan keluarga yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Marlinda Siti Hana memaparkan kondisi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penyaluran berbagai program bantuan sosial.

Ia menjelaskan, jumlah masyarakat berdasarkan kategori desil meliputi Desil 1 sebanyak 363.422 jiwa, Desil 2 sebanyak 377.013 jiwa, Desil 3 sebanyak 423.760 jiwa, Desil 4 sebanyak 403.430 jiwa, serta Desil 5 sebanyak 310.128 jiwa.

Menurut Marlinda, hingga saat ini berbagai program bantuan sosial telah menjangkau sekitar 1,8 juta masyarakat Garut yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5.

Adapun program bantuan yang telah disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 100.000 kepala keluarga,Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 211.684 kepala keluarga,Bantuan Pangan Nasional (Bapanas) kepada 227.999 kepala keluarga, Penerima Bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebanyak 1.010.188 jiwa, Bantuan Tunai APBD untuk masyarakat Desil 1–5 sebanyak 492.750 jiwa,Program Keluarga Berkelanjutan sebanyak 1.000 kepala keluarga, serta Jaring Pengaman Daerah Berkelanjutan (JPDB) bagi 7.998 keluarga penerima manfaat (KPM).

Marlinda menegaskan, rapat koordinasi tersebut tidak hanya menjadi forum evaluasi pelaksanaan bantuan sosial, tetapi juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh pihak agar penanganan kemiskinan dilakukan secara terpadu dan tepat sasaran.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektoral antara pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan penyelenggaraan bantuan sosial yang efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Dengan masih adanya lebih dari 252 ribu warga Garut yang hidup dalam kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Garut berharap kolaborasi antara pemerintah, pilar-pilar sosial, serta berbagai pemangku kepentingan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***

Ditulis oleh Kang Zey

Hampir Dua Tahun Memimpin, FPPG Semprot Bupati Garut: Janji Rp2 Juta per KK Baru 1.000 Penerima, Target 100 Ribu Lapangan Kerja Masih Jadi PR Besar

60 Pemberitaan SPMB Garut Dibedah! Kajian Ilmiah Bongkar Akar Polemik, Penguatan Tata Kelola Jadi Pekerjaan Rumah Terbesar