GARUTEXPO – Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut mendukung penuh rencana penerapan kurikulum wajib militer di tingkat SMA/SMK/sederajat yang diwacanakan oleh Gubernur Dedi Mulyadi. Program ini dijadwalkan mulai diterapkan pada awal tahun ajaran baru sebagai langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
Irwan Supriyanto, M.Pd., anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut yang juga alumni Taplai Lemhannas RI, menilai bahwa program ini sangat baik untuk generasi penerus bangsa. Ia menekankan pentingnya kurikulum ini guna mengantisipasi maraknya perilaku menyimpang seperti geng motor, tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga penyimpangan seksual.
“Kami sangat mendukung kurikulum wajib militer di sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK/MA. Ini adalah langkah nyata untuk membangun karakter siswa agar lebih disiplin dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” ujar Irwan kepada garutexpo.com melalui sambungan WhatsApp, Kamis, 06 Maret 2025.
Lebih lanjut, Irwan berharap program ini bisa segera terealisasi demi mencapai tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Menurutnya, penerapan kurikulum wajib militer juga akan menjadi solusi efektif dalam menekan angka kenakalan remaja.
“Jika program ini dijalankan dengan baik, kita bisa melihat dampak positifnya. Wilayah-wilayah yang rawan dengan geng motor dan tindakan kriminal di kalangan pelajar bisa lebih aman ke depannya,” sambungnya.
Program ini diharapkan tidak hanya menciptakan generasi yang lebih disiplin, tetapi juga mampu menggali potensi siswa dalam berbagai bidang. Dengan adanya kurikulum wajib militer, diharapkan para pelajar dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter kuat, memiliki rasa nasionalisme tinggi, dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.(*)






























