in

SedihSedih MarahMarah

Komite SMKN 2 Garut Klarifikasi Isu Siswa Dikeluarkan Karena Belum Bayar DSP

Dedi Kurniawan, Ketua Komite SMKN 2 Garut.

Garutexpo.com — Menanggapi maraknya pemberitaan mengenai adanya siswa SMKN 2 Garut yang disebut dikeluarkan lantaran belum membayar Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), Komite SMKN 2 Garut angkat bicara. Ketua Komite SMKN 2 Garut, Dedi Kurniawan, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Kami perlu menyampaikan klarifikasi kepada semua pihak. Pertama, kami tidak pernah menahan kartu ujian apalagi mengeluarkan siswa hanya karena tidak membayar DSP,” tegas Dedi, Minggu malam (13/7/2025).

Dedi menuturkan, pihaknya meminta semua pihak, termasuk media, untuk lebih bijak dan selektif dalam menerima serta menyebarkan informasi.

“Berbicaralah berdasarkan fakta, bukan asumsi. Teman-teman media pun harus menjunjung tinggi prinsip pemberitaan berimbang agar tidak ada pihak yang dirugikan. Jika memuat berita tanpa informasi berimbang, berita tersebut bisa menimbulkan kerugian imateril yang luar biasa,” katanya.

Ia mencontohkan isu siswa SMKN 2 Garut yang dikabarkan tidak bisa mengikuti ujian lantaran belum membayar DSP. Menurutnya, kabar tersebut tidak sesuai fakta karena siswa yang dimaksud sudah mengundurkan diri pada 16 Mei 2025.

“Jadi, ujian kapan anak itu tidak diberikan kartu? Kami heran, karena SMKN 2 Garut jangankan kartu ujian, rapor dan ijazah pun tidak pernah kami tahan hanya karena masalah DSP. Bahkan ijazah lulusan belasan tahun lalu pun kami bagikan gratis tanpa syarat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan berdasarkan catatan wali kelas, siswa tersebut jarang masuk sekolah dan sudah beberapa kali mendapat peringatan dari wali kelas dan guru Bimbingan Konseling.

“Kami berharap orang tua jika menghadapi masalah di luar proses belajar mengajar agar berkonsultasi dengan kami. Komite selalu ada di sekolah setiap hari dengan jadwal piket bergilir,” jelasnya.

Dedi juga menekankan bahwa SMKN 2 Garut yang berdiri sejak 1965 telah melahirkan puluhan ribu lulusan yang sukses di dalam dan luar negeri. Ia menyayangkan reputasi sekolah ternoda hanya karena pemberitaan yang menurutnya tidak berimbang.

“Kami berharap kepada siapa pun yang sudah mengeluarkan pendapat tentang SMKN 2 Garut agar meluruskan kembali informasi yang beredar. Sebab semua itu disampaikan tanpa tabayun terlebih dahulu ke kami,” tuturnya.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Jalan Rusak di Akses Vital PLTU dan Wisata Darajat Rusak Parah, Ketua Pemuda: Sumber Daya Dikeruk, Jalan Dibiarkan!

Mampukah Sekolah Rakyat Prabowo Putus Rantai Kemiskinan? Ini Faktanya