in

Kapolsek Pakenjeng Lumpuhkan Preman Bersenjata Tajam, Video Perkelahian Viral di Media Sosial

Garutexpo.com – Sebuah video yang memperlihatkan perkelahian antara seorang anggota kepolisian dengan seorang pria yang diduga preman di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat, bergulat dengan seorang pria yang diketahui membawa senjata tajam.

Peristiwa itu terjadi, Jumat sore (13/3/2026) di wilayah Kecamatan Pakenjeng. Pria yang terlibat dalam kejadian tersebut diketahui berinisial Tio, yang dikenal dengan julukan Tito Kobra.

Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula sekitar 10 hari sebelumnya ketika dirinya selesai melaksanakan kegiatan Safari Ramadan dan melanjutkan patroli rutin di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Pakenjeng.

“Saat berada di sekitar PLTM, saya merasa aneh karena banyak sepeda motor terparkir tetapi orangnya tidak terlihat. Setelah saya telusuri, ternyata mereka berada di bagian bawah dan sedang minum-minum,” ujar Muslih saat memberikan keterangan, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Muslih mendapati sejumlah pemuda yang tidak menjalankan ibadah puasa di siang hari selama bulan suci Ramadan. Ia kemudian memberikan teguran berupa hukuman push-up sebagai bentuk pembinaan, mengacu pada maklumat Bupati Garut terkait imbauan menjaga ketertiban selama bulan Ramadan.

Namun, teguran tersebut rupanya membuat Tito Kobra tersinggung. Beberapa hari kemudian, saat Muslih hendak membagikan takjil kepada komunitas pemuda di Pakenjeng, Tito mendatanginya dan meluapkan kemarahannya.

“Tito mengaku tersinggung karena sebelumnya ditegur saat sedang makan di siang hari. Saya sudah mencoba menjelaskan tugas dan fungsi saya sebagai anggota kepolisian, tetapi yang bersangkutan tidak menerima teguran tersebut,” kata Muslih.

Situasi kemudian memanas setelah Tito melontarkan ancaman serius kepada Muslih. Mendengar ancaman tersebut, Muslih akhirnya mengambil tindakan untuk mengamankan pria tersebut.

“Saat dia pergi, dia sempat berkata, ‘Kalau begitu saya akan bunuh camat sekalian dengan kapolseknya,’” ungkap Muslih menirukan ucapan Tito.

Melihat adanya ancaman tersebut, Muslih segera melumpuhkan Tito dengan tujuan mengamankannya ke Mapolsek Pakenjeng. Namun Tito melakukan perlawanan hingga terjadi perkelahian yang kemudian direkam warga dan beredar luas di media sosial.

Setelah berhasil diamankan, Tito akhirnya menyerah. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sebilah golok kecil yang dibawa oleh pria tersebut.

Meski demikian, Muslih mengaku memilih untuk tidak melanjutkan kasus tersebut ke proses hukum. Ia mengambil sikap bijak dengan memaafkan yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya dan situasi juga sudah kondusif. Saya memilih tidak membuat laporan resmi dan berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” katanya.(Acep)

Ditulis oleh Kang Zey

Misteri Limbah Sungai Cicatur, Ribuan Ikan Mati Mendadak di Kadungora; Warga Desak DLH dan DPRD Garut Turun Tangan