Garutexpo.com – Proyek revitalisasi TK Tarbiyyatul Athfal di Kampung Parungjawa RT 003/RW 001, Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapat sorotan. Proyek yang disebut menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan mencapai Rp920.208.000 itu diduga terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Program revitalisasi tersebut meliputi pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehabilitasi satu ruang kelas.
Dugaan ketidaksesuaian mencuat berdasarkan informasi dan pengamatan di lapangan. Sejumlah bagian pekerjaan dinilai perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.
Dengan nilai anggaran yang mencapai hampir Rp1 miliar, pihak terkait diminta tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi fisik bangunan.
Pemeriksaan diperlukan untuk mencocokkan pekerjaan yang telah dilaksanakan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, dokumen perencanaan, serta spesifikasi teknis program.
Anggaran Besar, Kualitas Pembangunan Jangan Dipertanyakan
Sorotan terhadap proyek tersebut semakin penting karena sumber dananya disebut berasal dari APBN. Penggunaan uang negara harus dapat dipertanggungjawabkan dan dipastikan memberikan hasil pembangunan yang sesuai dengan tujuan program.
Pihak yang menyampaikan informasi tersebut meminta penanggung jawab program maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi.
“Kami meminta kepada penanggung jawab program dan dinas atau instansi terkait agar turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi. Jika memang terdapat ketidaksesuaian dengan spesifikasi, tentunya harus ada tindak lanjut sesuai aturan,” kata pihak, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Audit atau pemeriksaan teknis dinilai dapat menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.
Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, pihak terkait diharapkan mengambil langkah sesuai ketentuan, termasuk melakukan perbaikan apabila memang diperlukan.
Namun demikian, dugaan tersebut hingga saat ini belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran. Diperlukan pemeriksaan dan verifikasi resmi dari instansi berwenang untuk memastikan apakah pekerjaan benar-benar menyimpang dari spesifikasi yang telah ditetapkan.
Pelaksana Diminta Diberi Ruang Klarifikasi
Di sisi lain, pihak pelaksana maupun penanggung jawab kegiatan perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan penjelasan terkait proses pelaksanaan proyek, termasuk apabila terdapat perbedaan kondisi lapangan dengan dokumen perencanaan.
Klarifikasi dari pihak pelaksana penting agar pemberitaan mengenai proyek tersebut tetap berimbang dan masyarakat memperoleh informasi yang utuh.
Masyarakat berharap proyek revitalisasi TK Tarbiyyatul Athfal tidak hanya mengejar penyelesaian pembangunan secara fisik, tetapi juga menghasilkan fasilitas pendidikan yang aman, berkualitas, sesuai spesifikasi, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kini, bola berada di tangan pihak berwenang untuk memastikan apakah proyek senilai Rp920.208.000 tersebut benar-benar telah dilaksanakan sesuai aturan.
Audit dan pemeriksaan lapangan dinilai menjadi kunci untuk menjawab dugaan yang berkembang sekaligus memastikan setiap rupiah uang negara dipergunakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.(Red)


