in

Bertaruh Nyawa di Jembatan Gantung Rusak, Guru-Guru SMPN Satu Atap 1 Cibalong Terobos Akses Berbahaya Demi Jenguk Siswa Sakit

Garutexpo.com – Kepedulian terhadap peserta didik tidak selalu diwujudkan di ruang kelas. Hal itu ditunjukkan keluarga besar SMPN Satu Atap 1 Cibalong yang rela menempuh perjalanan penuh risiko untuk menjenguk salah seorang siswanya yang tengah terbaring sakit di Kampung Ciherang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.

Kepala SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Ukun Kusnadi, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Diki Noerjaman, S.T., serta Wali Kelas 8-B Egi Lestaluhu, S.Pd., mendatangi kediaman Haikal Lutfi, siswa kelas 8-B yang sudah hampir dua bulan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah karena kondisi kesehatannya.

Haikal diketahui tengah menjalani masa pemulihan setelah mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disertai komplikasi penyakit paru-paru.

Namun, perjalanan menuju kediaman Haikal bukanlah perkara mudah. Rombongan sekolah harus melewati satu-satunya akses utama menuju Kampung Ciherang, yakni sebuah jembatan gantung yang kondisinya rusak dan memprihatinkan.

Jembatan yang lapuk dan bergoyang ketika dilintasi itu membuat perjalanan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Meski menghadapi risiko keselamatan, jajaran sekolah tetap melanjutkan perjalanan demi bertemu langsung dengan siswanya.

Datang Bukan Sekadar Menjenguk

Kepala SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Ukun Kusnadi, mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus kewajiban moral sekolah terhadap peserta didiknya.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan dukungan moral dan doa secara langsung. Kami ingin Haikal dan keluarga tahu bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Semoga Haikal segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT agar bisa kembali belajar bersama teman-temannya,” ujar Ukun Kusnadi, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurutnya, hubungan antara sekolah dengan siswa bukan hanya sebatas kegiatan belajar mengajar. Ketika seorang siswa menghadapi persoalan, termasuk masalah kesehatan, sekolah diharapkan dapat hadir memberikan dukungan.

Hal senada disampaikan Wakasek Bidang Kesiswaan Diki Noerjaman dan Wali Kelas 8-B Egi Lestaluhu. Keduanya memastikan pihak sekolah akan memberikan perhatian terhadap proses pendidikan Haikal selama menjalani masa pemulihan.

Penyesuaian pembelajaran akan dilakukan agar Haikal tetap dapat mengikuti materi pelajaran secara bertahap dan tidak tertinggal, tanpa memberikan beban berlebihan terhadap kondisi kesehatannya.

Jembatan Rusak Jadi Potret Perjuangan Warga

Bagi keluarga Haikal, kedatangan kepala sekolah dan para guru menjadi momen yang sangat mengharukan.

Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian pihak sekolah yang rela menempuh perjalanan sulit, bahkan harus melewati jembatan gantung yang kondisinya memprihatinkan, demi memastikan keadaan anak mereka.

Kunjungan tersebut pun menyimpan pesan lebih besar. Di balik kepedulian para pendidik, terdapat persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kampung Ciherang.

Jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga, termasuk anak-anak sekolah, untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kondisinya yang rusak dan berisiko menjadi perhatian serius karena masyarakat harus melintasinya untuk beraktivitas. Terlebih, akses tersebut juga menjadi jalur yang digunakan anak-anak untuk menuju sekolah.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan mendapatkan pendidikan di pelosok Garut tidak selalu berhenti pada persoalan belajar di dalam kelas.

Ada anak-anak yang setiap hari harus melewati akses yang penuh risiko. Ada pula guru yang harus menerjang kondisi serupa demi memastikan anak didiknya tetap merasa diperhatikan dan tidak berjalan sendirian.

Kunjungan jajaran SMPN Satu Atap 1 Cibalong tersebut akhirnya bukan sekadar agenda menjenguk siswa yang sakit. Ini adalah potret nyata kepedulian pendidikan sekaligus pengingat bahwa akses infrastruktur yang aman sangat dibutuhkan masyarakat Kampung Ciherang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.

Harapannya, Haikal segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali belajar bersama teman-temannya. Di sisi lain, kondisi jembatan yang menjadi akses utama warga juga diharapkan mendapat perhatian dan perbaikan, sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakannya.*

Ditulis oleh Kang Zey

Jalan Menikung Jadi Petaka! Truk Colt Diesel Terguling di Jalur Garut–Tasikmalaya

Pelantikan Kades PAW Cisewu di Ujung Polemik, DPMD Garut Pastikan Tak Ada Penundaan: Persoalan Rp141 Juta Diminta Tuntas Sebelum Dilantik