Garutexpo.com – Suasana haru, khidmat, dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Wisuda Angkatan I Kelompok Bermain (Kober) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Yayasan Nurul Adzom Al-Mawardi yang berlangsung di Desa Sirnajaya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut.
Kegiatan bersejarah tersebut dirangkaikan dengan pembagian rapor, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Bulan Muharam 1448 Hijriah, santunan santri yatim piatu, serta prosesi sungkeman para wisudawan kepada kedua orang tua sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas kasih sayang, perjuangan, serta doa yang telah mengiringi perjalanan pendidikan mereka.
Wisuda perdana ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Yayasan Nurul Adzom Al-Mawardi dan Pondok Pesantren Nurul Adzom dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi masa depan.
Salah satu momen yang paling mengharukan dalam acara tersebut adalah prosesi sungkeman. Dengan mata berkaca-kaca, para wisudawan menghampiri kedua orang tua mereka, mencium tangan, memeluk erat, serta memohon doa restu untuk melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Tangis bahagia pun pecah di berbagai sudut ruangan. Momen itu menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya tentang pencapaian akademik semata, tetapi juga tentang pembentukan akhlak, adab, serta penguatan ikatan kasih sayang antara anak, orang tua, dan lembaga pendidikan.
Ketua Yayasan Nurul Adzom Al-Mawardi, Usang Suhendar, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi peradaban yang harus dibangun secara bersama-sama melalui sinergi keluarga, pesantren, madrasah, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.
“Kami meyakini bahwa tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan anak-anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, serta mampu memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi agama, bangsa, dan negara,” ujar Useng Suhendar, Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pemikiran ulama besar Islam, Imam Al-Ghazali, yang memandang anak sebagai amanah suci yang harus dijaga dan dididik sejak usia dini. Al-Ghazali menggambarkan hati anak layaknya permata yang bersih dan siap dibentuk. Apabila dihiasi dengan ilmu, akhlak, dan keteladanan yang baik, maka akan tumbuh menjadi manusia saleh yang membawa keberkahan bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat.
Pada momentum Bulan Muharam yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan, panitia juga menyalurkan santunan kepada santri yatim piatu. Kegiatan tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan Islam tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, kasih sayang, dan semangat berbagi kepada sesama.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Adzom Al-Mawardi, Atep Muhammad Lutfi, S.E., M.M., menekankan pentingnya membangun kolaborasi pendidikan yang kuat antara pesantren, keluarga, dan masyarakat.
“Pendidikan yang berdampak lahir dari ekosistem yang kolaboratif. Kita harus bersinergi—pesantren, madrasah, keluarga, dan masyarakat—untuk melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdampak bagi peradaban,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Yayasan Nurul Adzom Al-Mawardi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, orang tua santri, tokoh masyarakat, para donatur, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, dan doa sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.
Selain menggelar wisuda, Pondok Pesantren Nurul Adzom Al-Mawardi juga membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026–2027 untuk jenjang Kober Nurul Adzom, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Adzom, dan Pondok Pesantren Kitab Kuning Nurul Adzom.
Melalui berbagai program pendidikan tersebut, Yayasan Nurul Adzom Al-Mawardi berkomitmen mencetak generasi Qurani yang berilmu, berakhlakul karimah, mandiri, mencintai Al-Qur’an, serta siap menjadi penerus perjuangan Islam yang mampu memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi umat.
“Mendidik anak hari ini bukan sekadar mempersiapkan masa depan mereka, tetapi sedang membangun masa depan agama, bangsa, dan peradaban.”***


