in

Duh! Garut Masuk 10 Besar Daerah dengan Jumlah ODGJ Terbanyak di Jawa Barat

Ilustrasi

Garutexpo.com – Kabupaten Garut tercatat masuk dalam daftar 10 daerah dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terbanyak di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan yang diperbarui per 18 Mei 2026, Garut menempati posisi ke-10 dengan jumlah 1.839 orang yang tercatat sebagai ODGJ.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat.

Adapun 10 daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat berdasarkan data terbaru adalah sebagai berikut:

1. Kabupaten Bandung: 7.321 orang
2. Kota Cimahi: 3.930 orang
3. Kabupaten Sumedang: 3.571 orang
4. Kabupaten Majalengka: 3.315 orang
5. Kabupaten Cianjur: 2.970 orang
6. Kabupaten Ciamis: 2.438 orang
7. Kota Bandung: 2.292 orang
8. Kabupaten Purwakarta: 2.194 orang
9. Kabupaten Bandung Barat: 1.888 orang
10. Kabupaten Garut: 1.839 orang

Meski berada di posisi ke-10, angka tersebut menjadi pengingat bahwa upaya penanganan kesehatan jiwa di Kabupaten Garut harus terus diperkuat. Edukasi kepada masyarakat, deteksi dini, pendampingan keluarga, hingga akses layanan kesehatan mental yang mudah dijangkau menjadi faktor penting dalam menekan dampak gangguan kejiwaan.

Namun demikian, tingginya angka ODGJ dalam pendataan tidak selalu berarti meningkatnya kasus gangguan jiwa berat di suatu daerah. Data tersebut juga dapat menunjukkan bahwa proses pendataan berjalan lebih baik dan semakin banyak masyarakat yang berhasil dijangkau oleh layanan kesehatan jiwa.

Dengan kata lain, meningkatnya jumlah ODGJ yang tercatat bisa menjadi indikator bahwa program kesehatan mental yang dilakukan pemerintah dan fasilitas kesehatan semakin efektif dalam menemukan, mendampingi, dan memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.

Pemerhati kesehatan menilai bahwa stigma terhadap gangguan jiwa masih menjadi salah satu tantangan terbesar. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih peduli, inklusif, dan mendukung proses pemulihan bagi penyandang gangguan jiwa.

Data ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Garut dan Jawa Barat secara keseluruhan.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Operator SMKN 3 Garut Dikeluhkan Orang Tua Siswa, Ketua MKPS Tegas: Jangan Ada Sikap Arogan dalam Pelayanan SPMB