Garutexpo.com – Kabupaten Garut tidak hanya menyimpan kekayaan alam yang memukau, tetapi juga jejak sejarah dan peradaban leluhur yang hingga kini masih menyisakan berbagai misteri untuk ditelusuri. Salah satu peninggalan yang menarik perhatian berada di wilayah Desa Margalaksana, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yakni Situs Batu Raden atau dikenal sebagai Batu Raden Bersusun.
Situs ini memiliki keunikan berupa formasi batuan kuno yang tersusun membentuk struktur persegi panjang. Bentuk susunannya mengingatkan pada peninggalan tradisi megalitikum, yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas sosial, budaya, maupun ritual masyarakat pada masa lampau.
Keberadaan struktur batu tersebut bukan sekadar fenomena alam biasa yang menarik untuk dipandang. Lebih dari itu, situs ini menyimpan potensi nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang penting untuk diteliti serta dilestarikan.
Dalam catatan pemerhati kesejarahan dan budaya, Kang Oos Supyadin, SE., MM., nama Batu Raden yang dikenal masyarakat setempat memiliki kaitan dengan penghormatan terhadap karuhun atau leluhur. Sebutan Raden dipercaya berhubungan dengan keberadaan tokoh-tokoh leluhur bangsawan Sunda pada masa dahulu.
Di sekitar lokasi batu bersusun tersebut, terdapat pula sejumlah peninggalan dan tempat yang dianggap memiliki nilai historis serta spiritual bagi masyarakat setempat.
Di antaranya makam leluhur yang sangat dikeramatkan, yakni Sembah Dalem Purbakawasa atau dikenal sebagai Eyang Haji Purwa, serta Sembah Dalem Raden Purbalenggang. Keduanya tercatat dalam susunan Kandangwesi.
Tidak jauh dari kawasan tersebut juga ditemukan Batu Tulis, sejumlah petilasan, serta makam tokoh-tokoh yang memiliki keterkaitan dengan sejarah lokal masyarakat Bungbulang dan sekitarnya.
Cikahuripan, Sumber Kehidupan yang Menyimpan Tradisi Leluhur
Keunikan kawasan ini semakin menarik dengan keberadaan Cikahuripan yang terletak di bawah makam keramat para leluhur.
Selama ini, Cikahuripan menjadi bagian dari tradisi masyarakat dan para peziarah. Setelah berziarah ke makam leluhur, sebagian pengunjung biasanya melanjutkan ritual dengan mandi atau mengambil air dari sumber tersebut.
Namun, keberadaan Cikahuripan bukan hanya memiliki makna spiritual. Sumber air ini juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Warga Kampung Cikaro, Desa Mekarmukti, Kecamatan Mekarmukti, memanfaatkan aliran air Cikahuripan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga, masjid, kolam, hingga pengairan lahan persawahan.
Bahkan, pemanfaatan aliran air tersebut menjangkau hingga Kampung Narimbang, Desa Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki nilai sejarah dan tradisi leluhur tersebut juga menyimpan potensi sumber daya alam yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat lintas wilayah.
Jangan Biarkan Jejak Sejarah Leluhur Hilang
Melihat berbagai keunikan tersebut, keberadaan Batu Raden Bersusun di Desa Margalaksana, Kecamatan Bungbulang, patut mendapatkan perhatian serius.
Struktur batu berbentuk persegi panjang itu perlu dijaga agar tidak mengalami kerusakan, perubahan susunan, maupun kepunahan akibat aktivitas manusia atau faktor alam.
Pelestarian situs bersejarah bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat sekitar, melainkan juga membutuhkan perhatian pemerintah daerah, instansi terkait, pemerhati sejarah, budayawan, serta para ahli arkeologi dan kebudayaan.
Kajian ilmiah sangat diperlukan untuk mengungkap asal-usul, usia, fungsi, serta nilai sejarah dari formasi batu bersusun tersebut. Dengan penelitian yang melibatkan tenaga ahli, berbagai dugaan mengenai keterkaitan situs ini dengan tradisi megalitikum maupun peradaban leluhur Sunda dapat ditelusuri secara lebih objektif.
Jangan sampai sebuah peninggalan yang memiliki potensi nilai sejarah tinggi justru dibiarkan tanpa penelitian dan perlindungan hingga akhirnya rusak atau hilang.
Batu Raden bukan sekadar susunan batu di tengah lingkungan alam pedesaan. Keberadaannya merupakan bagian dari kekayaan warisan budaya lokal yang layak mendapat perhatian dan pengkajian lebih mendalam.
Sudah saatnya potensi sejarah di wilayah Bungbulang dan sekitarnya didokumentasikan, diteliti, serta dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Garut dan warisan bagi generasi mendatang.
Rahayu!
Penulis: Kang Oos Supyadin, SE., MM.\
Pemerhati Kesejarahan dan Budaya\
Ketua Dewan Adat Sunda, (DATSUN) Kabupaten Garut – MASDA JABAR


