in

Belajar dari Pengalaman, Agus Supriadi Minta Aturan Musda Golkar Diterapkan Tanpa Pengecualian

Agus Supriadi, S.H.

Garutexpo.com — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, mantan Bupati Garut periode 2004–2009, Agus Supriadi, S.H., mengingatkan pentingnya menjadikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman utama dalam seluruh tahapan Musda.

Anggota Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kabupaten Garut itu menilai konsistensi dalam menegakkan konstitusi partai merupakan fondasi utama untuk menjaga kredibilitas organisasi sekaligus memastikan proses regenerasi kepemimpinan berlangsung secara demokratis, objektif, dan berkeadilan.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2026), Agus berharap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melakukan supervisi terhadap pelaksanaan Musda XI agar seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme organisasi dan terbebas dari perlakuan yang berbeda terhadap bakal calon.

Menurut Agus, ketentuan mengenai masa pengabdian sebagai anggota partai maupun pemenuhan prinsip Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) merupakan syarat yang telah ditetapkan dalam konstitusi partai sehingga harus diterapkan secara konsisten kepada seluruh kader.

Sebagai refleksi, Agus mengisahkan pengalamannya ketika masih menjabat sebagai Bupati Garut. Saat itu, ia memilih tidak mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar karena menghormati ketentuan AD/ART mengenai masa pengabdian sebagai anggota partai.

«”Saat itu, masa waktu menjadi bupati, saya tidak mencalonkan Ketua DPD Partai Golkar sebab mempertimbangkan aturan yang tertuang dalam AD/ART dan dilihat dari sisi masa pengabdian sebagai anggota. Begitu pula dengan mantan Bupati Garut periode 2009, Aceng Fikri. Hal yang sama terjadi, tidak bisa mencalonkan diri sebagai Ketua DPD disebabkan halangan aturan main itu sendiri,” ujar Agus.»

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa aturan organisasi telah menjadi pedoman dalam setiap proses regenerasi kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Garut. Karena itu, ia berharap ketentuan yang sama tetap diberlakukan secara adil kepada seluruh kader tanpa pengecualian.

«”Dengan hal demikian, kami titipkan aspirasi kami terhadap aturan main yang bersifat final dan mengikat,” katanya.»

Selain mengingatkan pentingnya konsistensi dalam penegakan AD/ART, Agus juga mengajak seluruh kader menjadikan Musda sebagai ruang konsolidasi organisasi, bukan arena yang memecah persatuan. Ia menilai komunikasi antara kader senior dan generasi muda perlu terus diperkuat agar regenerasi kepemimpinan berlangsung secara sehat.

Agus juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi organisasi dari berbagai bentuk intervensi di luar mekanisme partai sehingga setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi kader.

Menurutnya, Kabupaten Garut merupakan salah satu basis penting Partai Golkar di Jawa Barat. Oleh karena itu, menjaga soliditas organisasi menjadi tanggung jawab bersama seluruh kader.

“Jangan sampai perbedaan pilihan politik internal berkembang menjadi perpecahan yang dapat mengurangi soliditas organisasi yang telah dibangun selama puluhan tahun,” ujarnya.

Ia berharap Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Garut menjadi momentum memperkuat persatuan, meneguhkan penghormatan terhadap konstitusi partai, serta melahirkan kepemimpinan yang berintegritas dan mampu membawa Partai Golkar semakin kuat menghadapi agenda politik ke depan.

Ditulis oleh Kang Zey

DOB Garut Utara Bukan Sekadar Mimpi! PM GATRA Tegaskan Perjuangan Punya Dasar Hukum Kuat dan Siap Menanti Berakhirnya Moratorium