Garutexpo.com – Polemik dugaan keterlibatan Bank BJB dalam pendanaan kegiatan kirab budaya di Kabupaten Garut terus menjadi sorotan publik. Menanggapi isu yang berkembang, pihak BJB Cabang Garut akhirnya angkat bicara dan menegaskan bahwa tidak ada partisipasi maupun kontribusi dana dari BJB untuk kegiatan tersebut.
Penegasan itu disampaikan Manager BJB Cabang Garut, Rian, saat audiensi bersama sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi di ruang rapat kantor BJB Cabang Garut, Rabu (13/5/2026).
“Terkait isu yang ramai sekarang ya, terkait kirab budaya di mana setelah audiensi dari Abah Muda tadi dari DPRD ada menyangkut-nyangkut BJB. Untuk saat ini saya pastikan untuk BJB Cabang Garut tidak ada partisipasi atau kontribusi dalam bentuk dana untuk acara kirab budaya kemarin,” ujar Rian di hadapan peserta audiensi.
Menurutnya, tidak adanya keterlibatan BJB dapat dilihat secara jelas dari pelaksanaan kegiatan kirab budaya yang berlangsung tanpa atribut maupun identitas perusahaan.
“Bisa dilihat juga kan, saat acara tidak ada logo-logo BJB, tidak ada sponsor BJB di situ. Kalaupun misalnya kita melakukan yang terkait biasanya yang kita lakukan untuk BOP atau sponsorship, biasanya kita pasang logo. Kemarin kita clear karena memang arahan dari kantor pusat juga clear saja, tidak ada partisipasi kita di sana,” katanya.
Namun dalam audiensi tersebut, muncul pernyataan berbeda dari Abah Muda selaku Ketua Pemuda Akhir Zaman. Ia menyebut adanya informasi dari mantan kepala cabang (Kacab) BJB pernah menyampaikan kepada anggota DPRD terkait adanya dukungan dana untuk kegiatan kirab budaya.
“Mantan Kacab BJB mengatakan kepada anggota dewan bahwa BJB mengulurkan dana untuk acara kirab budaya sampai ratusan juta. Kalau sampai Rp700 juta tidak nyampe, masa seorang pimpinan cabang berbohong kepada seorang anggota dewan,” kata Abah Muda dalam forum audiensi.
Abah Muda juga meminta pihak manajemen BJB untuk segera melakukan klarifikasi langsung kepada mantan kacab terkait kebenaran informasi tersebut.
“Saya kasih waktu agar manager BJB bisa menanyakan langsung kebenarannya kepada mantan kacabnya, yaitu Pak Asep Wahyu,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Rian menyatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan klarifikasi internal guna memastikan arah dan konteks komunikasi yang dimaksud.
“Oh ya, perihal ada komunikasi antara dewan dengan pimpinan cabang kami Pak, tadi pun sudah disampaikan sama Abah Muda. Kan kita lakukan klarifikasi dulu terkait kebenaran dan apa maksudnya, diluruskan dulu klarifikasi pembicaraan itu arahnya ke mana gitu ya Pak. Mungkin kita sampaikan di kesempatan selanjutnya setelah kita konfirmasi dulu kepada pimpinanan cabang kami,” ungkap Rian saat di wawancarana oleh sejumlah awak media seusai audiensi tersebut.
Audiensi tersebut turut dihadiri Abah Muda selaku Ketua Pemuda Akhir Zaman, KH. Ujang Qudsi, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut Irwan Hendarsyah, SE (Jiwan), Ketua GIPS Garut Ade Sudrajat, Ketua Dewan Kolaborasi Seni Indonesia (DKSI) Kabupaten Garut Deden Asgar, serta jajaran perwakilan dari BJB Cabang Garut.
Pertemuan berlangsung terbuka dan menjadi ruang klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan kirab budaya di Kabupaten Garut.***


