in

Haru, Tangis, dan Kebanggaan Warnai Pelepasan Siswa MI Al Bariyah Tarkid, Wisuda Tahfidz Juz 30 Jadi Momen Tak Terlupakan

Garutexpo.com – Suasana haru, bahagia, dan penuh kebanggaan menyelimuti acara Pelepasan Siswa Kelas VI MI Al Bariyah Tarkid Angkatan ke-25 sekaligus Wisuda Tahfidz Juz 30 Angkatan ke-5 yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026, di kompleks MI Al Bariyah, Kampung Genteng, Jalan Panawuan RT 03 RW 13, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Acara yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa, orang tua, guru, serta seluruh keluarga besar MI Al Bariyah. Sejak pagi, ratusan tamu undangan memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan dengan matang oleh panitia.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penampilan upacara adat yang menambah khidmat suasana. Selanjutnya, prosesi pelepasan siswa dan wisuda tahfidz berlangsung penuh haru ketika Kepala Madrasah MI Al Bariyah, Iwan Sumiarwan, S.Ag., M.Pd., melakukan pengalungan medali kepada para siswa sebagai simbol keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah dan pencapaian dalam menghafal Al-Qur’an Juz 30.

Momen emosional semakin terasa saat para siswa menampilkan drama berjudul “Ayah” yang berhasil mengundang air mata para hadirin. Drama tersebut menggambarkan perjuangan dan pengorbanan orang tua dalam mendidik serta membesarkan anak-anak mereka hingga mencapai cita-cita.

Tidak hanya itu, prosesi sungkeman menjadi salah satu puncak acara yang paling menyentuh. Para siswa dengan penuh hormat memohon doa dan restu kepada orang tua mereka sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih atas kasih sayang serta pengorbanan yang telah diberikan selama ini.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian bantuan sosial kepada anak-anak yatim piatu yang disalurkan oleh Ibu Sohib. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para tamu undangan karena dinilai mampu menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan kepada para siswa sejak dini.

Kemeriahan acara kemudian ditutup dengan berbagai penampilan hiburan dan tarian kreatif dari siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang berhasil menghibur seluruh tamu undangan. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap penampilan yang menunjukkan bakat serta kreativitas para siswa.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan undangan penting, di antaranya Ketua Komite MI Al Bariyah Isyak Miskun, Sekretaris PCM Panawuan Ustadz Komar, A.Ma., Sekretaris PCA Panawuan Elih Kasnelih, serta perwakilan Dikdasmen dan PNF PCM Panawuan Ustadz Syarif, S.Pd.

Atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materil, sehingga acara dapat berlangsung lancar dan sukses.

“Kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada Ibu Sohib, Radista Production, Dapur Bunda Azzam, Awug Mamah Dimas, Burayoy Teh Iwin, serta seluruh orang tua siswa kelas 1 sampai kelas 6 yang telah memberikan dukungan penuh,” ujar Jajang. Musthofa kamil kepada Garutexpo.com, Sabtu, 20 Juni 2026.

Jajang berharap keberhasilan para lulusan dan wisudawan tahfidz tahun ini dapat menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk terus berprestasi, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an.

Di akhir kegiatan, pihak sekolah juga mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar MI Al Bariyah. Saat ini, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) MI Al Bariyah masih dibuka, sehingga masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya masih memiliki kesempatan untuk bergabung dan mendapatkan pendidikan yang unggul dalam ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keislaman.

“Ayo segera daftarkan putra-putri terbaik Anda ke MI Al Bariyah. SPMB masih dibuka dan kami siap mencetak generasi cerdas, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an,” tutur Jajang.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Mantan Anggota DPRD Garut Ungkap Tiga Kunci Penting Agar Garut Utara Jadi Kabupaten Baru: Jangan Terjebak Ego dan Politik Pencitraan