in

Orang Tua Murid Geruduk Disdik Garut, Pertanyakan Hasil SPMB 2026 di SMPN 1 dan SMPN 2: Anak Dekat Sekolah Justru Tak Lolos

Foto: Puluhan orang tua calon peserta didik saat mendatangi Kantor Disdik Kabupaten Garut, Senin (6/7/2026).

Garutexpo.com – Puluhan orang tua calon peserta didik mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Senin (6/7/2026). Mereka mempertanyakan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 setelah anak-anak mereka dinyatakan tidak lolos di SMP Negeri 1 Garut dan SMP Negeri 2 Garut.

Kedatangan para orang tua tersebut dipicu oleh kekecewaan terhadap hasil seleksi, khususnya pada jalur domisili. Mereka menilai proses penerimaan belum sepenuhnya mencerminkan asas keadilan dan transparansi, terutama bagi calon siswa yang berdomisili di sekitar sekolah.

Salah seorang orang tua siswa, berinisial IAR, mengaku kecewa karena anaknya gagal diterima di SMPN 1 Garut meski telah mendaftar melalui jalur domisili. Menurutnya, rumah mereka berada di Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, dengan jarak sekitar 500 meter dari sekolah.

“Anak saya mendaftar ke SMPN 1 Garut lewat jalur domisili, tetapi tidak lolos. Padahal rumah kami di Kelurahan Paminggir dan jaraknya hanya sekitar 500 meter dari sekolah,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah orang tua lainnya. Mereka mempertanyakan dasar penentuan kelulusan serta meminta Dinas Pendidikan membuka secara transparan mekanisme seleksi yang diterapkan, khususnya di sekolah-sekolah yang menjadi favorit masyarakat.

Suasana di halaman Kantor Disdik Garut sempat memanas ketika para orang tua menyampaikan aspirasi dengan nada tinggi. Mereka mendesak agar seluruh data penerimaan dibuka kepada publik sehingga masyarakat dapat mengetahui jalur seleksi yang digunakan serta dasar penetapan siswa yang diterima.

“Ini tidak masuk akal. Anak kami tinggal dekat sekolah, tetapi tidak diterima. Sementara yang rumahnya lebih jauh justru lolos. Ada apa dengan sistem ini?” ujar salah seorang orang tua dengan nada kecewa.

Sejumlah perwakilan orang tua juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026. Mereka berharap proses penerimaan peserta didik benar-benar dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan dugaan ketidakadilan di tengah masyarakat.

“Kalau sistem ini tidak dibuka secara terang, kami akan terus mempertanyakannya. Ini menyangkut masa depan anak-anak kami,” kata salah seorang perwakilan massa.

Dalam pantauan awak media di lokasi, aksi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kelurahan Pakuwon, Agus, serta Ketua Komite SMP Negeri 1 Garut, Napak. Kehadiran keduanya menarik perhatian karena ikut menyaksikan langsung jalannya penyampaian aspirasi para orang tua.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menerima perwakilan massa untuk berdialog. Disdik menyatakan akan menampung seluruh aspirasi masyarakat dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB 2026. Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan para orang tua yang berharap adanya penjelasan lebih rinci mengenai hasil seleksi.

Aksi ini menjadi sorotan publik sekaligus menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru tahun 2026 di Kabupaten Garut. Para orang tua berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sistem penerimaan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi dapat kembali terjaga.***

Ditulis oleh Kang Zey

Relawan MBG Geruduk DPRD Garut! Ada 8 Tuntutan yang Disebut Bakal Menentukan Nasib Program Makan Bergizi Gratis