Garutexpo.com – Kabar baik bagi para lulusan SMP yang belum berhasil diterima di SMA/SMK negeri pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program bantuan pendidikan bagi sekitar 78.000 siswa agar tetap dapat melanjutkan sekolah.
Program ini menjadi solusi bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri akibat keterbatasan daya tampung. Melalui kerja sama dengan 751 sekolah swasta di Jawa Barat, para siswa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa harus mengubur impian mereka.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa setiap siswa penerima program akan memperoleh bantuan pendidikan dengan total sekitar Rp2,7 juta per tahun.
Bantuan tersebut terdiri dari biaya pendidikan sebesar Rp100.000 per bulan atau sekitar Rp1,2 juta per tahun, ditambah bantuan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) atau uang pembangunan sebesar kurang lebih Rp1,5 juta per tahun.
“Per siswa itu Rp100.000 per bulan, jadi Rp1,2 juta per tahun. Kemudian DSP-nya sekitar Rp1,5 juta. Jadi totalnya sekitar Rp2,7 juta per siswa,” ujar Purwanto.
Ia menegaskan, bantuan ini diprioritaskan bagi siswa yang telah mengikuti SPMB 2026 namun belum diterima di SMA atau SMK negeri karena keterbatasan kuota.
Menurut Purwanto, pemerintah memberikan bantuan tersebut sebagai bentuk kompensasi agar para siswa tetap memperoleh akses pendidikan yang layak meskipun tidak berhasil masuk ke sekolah negeri.
“Karena mereka niat sekolah di negeri tapi tidak tertampung, pemerintah memberikan kompensasi,” katanya.
Selain menggandeng ratusan sekolah swasta, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga menyiapkan program SMA Terbuka sebagai alternatif bagi siswa yang tinggal di daerah terpencil, jauh dari sekolah, atau memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Melalui berbagai skema tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap tidak ada lulusan SMP yang putus sekolah hanya karena tidak lolos seleksi di SMA atau SMK negeri. Program bantuan ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan seluruh anak di Jawa Barat tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


