in

Pemkab Garut Gencarkan Inisiatif “Garut Satu Data” untuk Peningkatan Kualitas Statistik Sektoral

Garut satu data

GARUTEXPO– Pemerintah Kabupaten Garut telah mengadakan acara Kick Off Garut Satu Data dan Pembinaan Statistik Sektoral, yang berlangsung di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Kamis, 22 Februari 2024.

Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Teti Sarifeni, mengapresiasi langkah tersebut yang bertujuan untuk mengorganisir data pemerintah daerah. Teti menekankan pentingnya penggunaan konsep yang tepat dalam memilah data yang valid untuk dimasukkan ke dalam portal data. Saat ini, dari 4884 data prioritas yang dimiliki Pemkab Garut, hanya sekitar 640 data yang sudah masuk ke dalam portal data.

“Diperlukan konsep yang tepat dalam pengelolaan data agar data yang masuk ke portal tersebut valid,” ujar Teti.

Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, Teti berharap agar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut dapat aktif mengajak serta meminta data yang belum dimasukkan ke portal dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Garut.

Kepala Diskominfo Kabupaten Garut, Margiyanto, menegaskan bahwa kegiatan Kick Off Garut Satu Data ini didukung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut. Margiyanto berharap adanya pemahaman bersama dalam peningkatan kualitas data sektoral untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah dan penanganan masalah di Kabupaten Garut.

“Tidak ada keputusan yang tepat tanpa didukung oleh data yang baik,” tegas Margiyanto.

Tindak lanjut dari kegiatan ini mencakup pelaksanaan desk Diskominfo dengan perangkat daerah terkait, khususnya admin yang sudah ditugaskan untuk pengelolaan data, guna membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas dan konsistensi data yang dimasukkan ke dalam Garut Satu Data.

“Konsistensi dalam pemenuhan data sektoral untuk diinput di Garut Satu Data sangat penting,” tambahnya.

Kepala BPS Kabupaten Garut, Nevi Hendri, menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam memperbaiki kualitas data yang dihasilkan oleh setiap SKPD. Nevi menekankan pentingnya verifikasi data menggunakan aplikasi romantik BPS. Ia juga menyampaikan bahwa inovasi baru akan diterapkan dengan menetapkan agen statistik di setiap SKPD untuk memperkuat kualitas data yang ada.

“SKPD diharapkan melakukan input data di aplikasi romantik agar data tersebut terverifikasi dan mendapatkan rekomendasi statistik dari BPS,” ujarnya.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Pemkab Garut Bersama Mercy Corps Indonesia Menggelar Program Strive Indonesia untuk Pemberdayaan UKM

GP Ansor dan Banser Bubarkan Pengajian Ustaz Syafiq Riza Basalamah di Masjid Assalam Purimas: Kericuhan dan Ketegangan Mewarnai